LOMBOK TIMUR – PorosLombok.com || Pemerintah Desa Sambalia, Kecamatan Sambalia, Lombok Timur melaksanakan Musyawarah Desa (Musdes) khusus untuk laporan pertanggungjawaban Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) “Karya Bersama” tahun anggaran 2024.
Acara yang berlangsung pada Senin 10 Februari 2025 bertempat di aula kantor desa itu dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sambalia, Direktur Bumdes, Kasi PMD Kecamatan Sambalia, Pendamping Desa, BPD Sambalia bersama anggota, Kamtibmas, Toga/Toma, dan Kepala Wilayah se-Desa Sambalia.
Kasi PMD Kecamatan Sambalia Mardi JM, S.AP menyampaikan, bahwa berdasarkan instruksi Kemendes tentang program ketahanan pangan, maka pada tahun 2025 ini BUMDes akan mengelola anggaran secara penuh untuk memberdayakan BUMDes dalam mengelola unit usaha.
Semua itu bertujuan untuk kemajuan sektor perekonomian desa, selain tentu sebagai pendapatan tambahan PADes desa. Keberadaan BUMDes diharapkan bisa mengangkat pendapatan Desa dan membantu masyarakat pada unit usaha BUMDes.
“Tentunya juga dapat membantu masyarakat di unit Perusahaan Air Minum Desa (PAMDes) dan simpan pinjam serta usaha-usaha lainnya,” kata Mardi.
Sementara itu Direktur BUMDes Karya Bersama, Ahmad Yani, dalam laporan pertangungjawabannya menyampaikan berbagai upaya yang dilakukan dalam membenahi kepengurusan BUMDes dalam kurun waktu dua tahun kepengurusannya, terutama di unit PAMDes.
“Dari tahun 2023 kami mendapatkan suntikan dana 70 juta. Itu digunakan untuk pembenahan perpipaan,” papar Ahmad Yani dalam laporannya.
Sejatinya, melihat unit air bersih yang akan ada, maka diperkirakan akan menelan biaya sebesar Rp. 245 juta. Namun karna kondisi keuangan desa dimana berdasarkan Musdes beberapa kegiatan juga harus mendapatkan pos anggaran, sehingga pengelolaan air bersih hanya mendapatkan suntikan dana Rp. 70 juta.
Selanjutnya pada tahun 2024, BUMDes kembali mendapatkan suntikan dana dengan nilai yang sama yakni Rp. 70 juta dari Pemdes Sambalia dibawah kepemimpinan H.M. Kahar yang kali ini peruntukannya untuk pembenahan perpipaan.
“Sehingga total suntikan dana yang diterima BUMDes adalah 140 juta dari tahun 2023 dan 2024 untuk pembenahan unit PAMDes,” paparnya.
Pada laporan pertanggungjawaban BUMDes Karya Bersama mendapatkan laba Rp. 8.751.800 dari total dari suntikan dana Rp. 140 juta, dimana dana tersebut dibelanjakan untuk kebutuhan PAMDes baik dari water meter dan aksesoris serta biaya operasional selama satu tahun yang rincian SPJ-nya dibacakan masing-masing peserta rapat.
Dalam kesempatan itu Direktur BUMDes menyampaikan terima kasih atas saran kritik dan masukan yang membangun dari peserta rapat. Kedepan manajemen BUMDes akan melakukan evaluasi untuk perbaikan.
“Kedepan kami akan menggerakkan unit lain seperti simpan pinjam, juga akan mengaktifkan kembali kios BUMDes Karya Bersama,” tutupnya.
Masih di tempat yang sama, Kepala Desa Sambalia H.M. Kahar dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada pengurus BUMDes yang telah membantu dalam mengelola dan melayani masyarakat selama dua tahun berjalan serta telah mampu memberikan kontribusi tambahan PADes untuk desa.
Karenanya Kades Sambelia itu berjanji akan memberikan suntikan dana 20 persen dari Dana Desa (DD) sesuai intruksi Kemendes untuk mengelola program ketahanan pangan dan untuk mengelola unit-unit lainya.
BUMDes Karya Bersama dibawah kepemimpinan Kepala Desa H.M. Kahar dan Direktur BUMDes Ahmad menjadi sehat dan mendapatkan laba dari unit PAMDes. Berbeda dengan kepengurusan sebelumnya yang selalu rugi dan macet.
Anas/PL


















