(PorosLombok.com) – Program sembako Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur senilai Rp40 miliar dinyatakan sukses. Program ini berdampak langsung pada penurunan inflasi di daerah tersebut.
Namun di balik keberhasilan pelaksanaan, muncul keluhan dari rekanan yang menggarap program tersebut. Mereka mengeluhkan lambannya proses pembayaran dari Pemda.
Rekanan berharap, keberhasilan pelaksanaan program juga diikuti dengan komitmen pembayaran yang tepat waktu.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Perdagangan Lombok Timur, Hari Juniawan, memastikan pihaknya telah menyelesaikan seluruh proses administrasi yang menjadi tanggung jawab dinas.
“Semua administrasi yang menyangkut tanggung jawab Dinas Perdagangan sudah kita bereskan, sekarang prosesnya tinggal di BPKAD,” ujar Hari saat dikonfirmasi, Kamis (11/7).
Ia menjelaskan, surat perintah membayar (SPM) sudah ditandatangani dan seluruh dokumen pendukung sudah diproses.
Selanjutnya, tinggal menunggu tindak lanjut dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lombok Timur.
“Kalau sudah rampung di sana (BPKAD, red), maka langsung dibayarkan. Jadi kita tunggu saja proses di BPKAD,” tegasnya.
Program sembako senilai Rp40 miliar ini menjadi salah satu upaya Pemda Lombok Timur dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan menekan laju inflasi di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
(,*/PorosLombok)















