Tegur Sopir Truk Tak Bayar Pajak, Honorer Bapenda Hampir Jadi Korban di Perbatasan Jenggik

Lombok Timur, PorosLombok.com – Tugas mulia menegakkan aturan nyaris merenggut nyawa Yazid Mafatihul Nadani, seorang pegawai honorer Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lombok Timur.

Pria asal Kelurahan Pancor itu mendapat perlakuan kasar saat menjalankan tugas di Pos Perbatasan Desa Jenggik, Kecamatan Terara, Minggu sore (25/5/2025).

Saat itu, Yazid bersama tim gabungan tengah melakukan pemeriksaan rutin terhadap kendaraan pengangkut material. Mereka menghentikan sebuah truk pasir berpelat nomor D 8070 VD yang berasal dari luar daerah.

“Saya minta sopir menunjukkan bukti pembayaran retribusi pasir. Tapi dia tidak bisa tunjukkan. Sesuai aturan, saya arahkan truk untuk putar balik,” ujar Yazid saat ditemui, Rabu (28/5).

Namun respons si sopir jauh dari kata kooperatif. Bukannya mengikuti arahan petugas, sopir justru marah besar, melontarkan makian, hingga nyaris melayangkan pukulan ke arah Yazid.

“Dia langsung marah, maki-maki sambil melayangkan tangan ke saya. Untung teman-teman cepat melerai. Bahkan dia sempat ancam mau bunuh saya,” ungkap Yazid dengan nada getir.

Meski selamat, Yazid mengaku syok. Baginya, kejadian ini adalah risiko yang sudah kerap dihadapi saat bertugas di lapangan.

“Sudah biasa kami diintimidasi. Tapi ini yang paling parah. Padahal kami hanya menjalankan tugas sesuai peraturan. Retribusi MBLB (Mineral Bukan Logam dan Batuan) ini penting untuk PAD,” ujarnya.

Pihak keluarga Yazid pun buka suara. Mereka menyayangkan minimnya pengamanan bagi para petugas honorer yang kerap berada di garis depan.

“Harusnya ada pengamanan yang jelas. Masa iya anak kami disuruh hadapi risiko begini tanpa backup yang memadai?” kata salah satu anggota keluarganya.

Menanggapi kejadian tersebut, Kabid Pajak Bapenda Lotim, Ahmad Muzammil Hadi, S.STP., membenarkan peristiwa itu. Ia menyebut sopir yang terlibat diduga merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

“Kami sudah terima laporan lengkapnya. Ini jadi perhatian serius. Kami juga minta seluruh petugas gabungan—termasuk Pol PP, Dishub, dan Bapenda—untuk lebih waspada saat bertugas,” kata Muzammil.

Ia menegaskan, keselamatan petugas di lapangan harus jadi prioritas, tanpa mengurangi komitmen dalam menertibkan pelanggaran.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

4 KOMENTAR

  1. Usut tuntas sopir nya jangan biarkan jadi sopir truk bahaya!! Orang dengan gangguan kejiwaan tidak pantas jadi sopir truk! Semoga kejadian ini tidak terulang lagi dan semoga pemerintah daerah setempat serius menanggapi hal ini demi keselamatan petugas yang sedang menjalankan tugasnya

  2. Usut tuntas sopir nya jangan biarkan jadi sopir truk bahaya!! Orang dengan gangguan kejiwaan tidak pantas jadi sopir truk! Semoga kejadian ini tidak terulang lagi dan semoga pemerintah daerah setempat serius menanggapi hal ini demi keselamatan petugas yang sedang menjalankan tugasnya

  3. Kata ODGJ itu cuman bahasa untuk mempercepat putusnya masalah intinya pemerintah juga harus adil kenapa sopir aja di tuntut harus taat pajak tpi pajak yang di bayar larinya kemana
    Jalan di mana ” Rusak pajak aja mau rutin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU