(PorosLombok.com) – Anggota DPRD Provinsi NTB Hj Lale Yaqutunnafis, S.Sos., M.M., menyampaikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII tahun 2025 yang berlangsung sukses di NTB.
Menurut legislator yang akrab disapa Ummi Yaqut itu, FORNAS bukan sekadar ajang olahraga. Ia menilai event nasional tersebut berhasil menggairahkan sektor ekonomi lokal yang selama ini tidak tersorot maksimal.
“UMKM, pedagang kaki lima, UKM, semuanya bangkit. FORNAS menggerakkan ekonomi dari bawah,” ujar Ummi Yaqut di Mataram, Jumat (1/8).
Ia menyebut selama pelaksanaan FORNAS, geliat ekonomi rakyat terlihat jelas. Berbagai produk lokal dari desa dan dusun mendapatkan ruang promosi dan pasar yang luas.
Para pelaku usaha kecil pun kembali percaya diri, setelah sebelumnya terpuruk akibat tekanan ekonomi nasional dan pemangkasan anggaran pemerintah.
“Fornas ini jadi semacam vitamin bagi pelaku ekonomi kecil yang sebelumnya nyaris tumbang,” katanya.
Menurutnya, pelaksanaan FORNAS telah membuka mata banyak pihak bahwa potensi ekonomi lokal sangat besar bila diberi ruang dan dukungan.
“Banyak dari mereka yang jualannya laris manis. Bahkan ada yang kehabisan stok dalam beberapa jam,” ungkap Ummi Yaqut.
Sektor pariwisata dan jasa pun ikut merasakan dampak positifnya. Tingkat hunian hotel meningkat, jasa transportasi lokal aktif kembali, dan biro perjalanan mendapat lonjakan permintaan.
Ia menyebut bahwa pelaku usaha di sektor formal yang sempat merugi kini bisa kembali beroperasi normal bahkan mengalami keuntungan.
“Hotel, travel, semua yang sempat lesu bisa beroperasi penuh lagi. Ini bukan efek biasa, tapi gerakan ekonomi nyata,” ujar Ummi Yaqut.
Lebih jauh, FORNAS VIII juga menjadi pemicu semangat masyarakat NTB dalam berolahraga. Menurutnya, olahraga bukan hanya untuk kebugaran, tetapi juga membuka jalan menuju prestasi dan pengembangan bakat anak muda.
Anak-anak muda NTB kini memiliki semangat baru untuk berkarya dan menunjukkan potensi diri. Ajang seperti FORNAS menjadi sarana mereka mengekspresikan kemampuan di luar akademik.
“Mereka tampil percaya diri, punya ruang, dan membawa nama NTB di ajang nasional,” jelasnya.
Event ini juga menjadi ajang promosi destinasi NTB. Ribuan tamu dari 38 provinsi hadir dan menikmati langsung keindahan alam, budaya, serta keramahan masyarakat.
Menurut Ummi Yaqut, ini adalah promosi gratis yang jauh lebih efektif daripada iklan berbayar. Kesempatan ini harus terus dimanfaatkan untuk membangun pariwisata daerah.
“NTB punya segalanya. Dan FORNAS membuat semuanya terekspos secara luas,” ucapnya.
Ia pun memberikan apresiasi khusus kepada Gubernur NTB Dr. H. Lalu M. Iqbal yang menurutnya berani mengambil keputusan besar di tengah situasi penuh tantangan fiskal.
Keputusan menjadikan NTB tuan rumah FORNAS bukan hanya soal gengsi daerah, tetapi menjadi langkah strategis untuk menggerakkan berbagai sektor pembangunan secara simultan.
“Saya salut dan ucapkan sukses untuk Pak Gubernur. FORNAS adalah bentuk terobosan luar biasa,” pungkas Ummi Yaqut.
(arul/PorosLombok)















