PorosLombok.com – Wakil Bupati Lombok Tengah Dr. H. M. Nursiah, S.Sos., M.Si. tak tinggal diam melihat nasib anak-anak miskin di daerahnya. Ia langsung bergerak ke Jakarta, menemui jajaran Kementerian Sosial RI untuk membahas pelaksanaan program Sekolah Rakyat.
Audiensi berlangsung Kamis (12/6) di kantor Kemensos. Wabup Nursiah diterima langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemensos. Keduanya membahas strategi pelaksanaan program prioritas nasional itu, yang digagas di era Presiden Prabowo Subianto.
“Ini peluang besar untuk memutus mata rantai kemiskinan dari akarnya,” tegas Nursiah.
Program Sekolah Rakyat ditujukan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, khususnya yang masuk desil 1 dan 2, atau kelompok masyarakat miskin ekstrem. Program ini menggabungkan pendidikan inklusif, pembinaan karakter, dan penguatan ekonomi keluarga.
Menurut Wabup, Lombok Tengah siap menjadi pelaksana awal program tersebut.
“Sekolah Rakyat sejalan dengan visi kami membangun SDM unggul dan mandiri. Anak-anak kita butuh akses pendidikan yang nyata, bukan sekadar wacana,” tandasnya.
Langkah jemput bola ini menandai komitmen Pemkab Lombok Tengah dalam mempercepat pembangunan sosial melalui pendidikan. Terlebih, angka kemiskinan ekstrem di daerah tersebut masih jadi perhatian.
“Kami tidak bisa biarkan generasi kita tertinggal hanya karena lahir dari keluarga tak mampu,” kata Nursiah.
Audiensi ini menjadi pintu awal sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam menyukseskan program pendidikan berbasis kebutuhan masyarakat lapisan terbawah.
(Redaksi/PorosLombok)
















