Gagal Diajang UNWTO, Desa Tetebatu Tidak Patah Arang

Lombok Timur. POROSLOMBOK –

Meski desa Tetebatu gagal terpilih dalam ajang Best Tourism Village UNWTO 2021, akan tetapi tidak membuat pemerintah desa dan masyarakat patah semangat.

Seperti kata pepatah “Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda”, tentunya dari kegagalan ini akan mendapat banyak pelajaran, sehingga ke depan desa Tetebatu akan terus berbenah menjadi desa wisata yang lebih baik dan maju.

Demikian ungkap Kepala Desa Tetabatu Sabli saat dikonfirmasi Poroslombok. Selasa (7/12).

Dikatakannya walaupun Desa Tetebatu tidak bisa menjadi wakil Indonesia dalam ajang UNWTO, tidak akan pernah membaut Desa wisata ini patah semangat dalam pengembangan wisata.

“Karena wisata banyak menguntungkan masyarakat di bidang atau di sektor-sektor yang lain seperti pertanian perikanan dan kepemudaan,” ucapnya

Meski tidak bisa pungkiri lanjutnya tentu rasa kecewa, iba dan sedih pasti dirasakan, akan tetapi masyarakat desa Tetebatu cukup dewasa dalam menanggapi dan menerima bahwa saat ini belum beruntung terpilih dalam ajang BTV UNWTO 2021.

Dijelaskan Sabli sekitar 40% masyarakatnya sudah menerima pariwisata dan manfaatnya. Menurutnya Desa Tetebatu tidak hanya fokus pada tamu-tamu saja akan tetapi juga terfokus di bidang pertanian dan perikanan.

“Patut saya syukuri bahwa pariwisata ini bisa mendongkrak perekonomian masyarakat dan mudah-mudahan kegagalan ini bisa menjadi Cambuk bagi desa Tetebatu untuk terus berbenah menjadi lebih baik,” terang Sabli.

Dijelaskan Sabli, walaupun gagal menjadi juara pada ajang BTV UNWTO 2021, desa Tetebatu tidak mau berdiam diri dalam melakukan perubahan-perubahan, oleh sebab itu dukungan dari pemerintah Kabupaten, Provinsi, maupun pemerintah Pusat terus diharapakan.

Bantuan yang dibutuhkan sambung Sabli yakni dukungan dalam hal sistem maupun pengembangan pada Desa Wisata Tetebatu agar kedepannya bidang pariwisata kembali bangkit bukan hanya sekedar mengejar juara.

“Apa yang kita harapkan adalah pemberdayaan masyarakat dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pariwisata ini,” ucapnya.

Lanjut Sabli, hikmah dari pelaksanaan BTV UNWTO ini yang dirasakan oleh masyarakat desa Tetebatu walaupun tidak menjadi juara yaitu sebelum mengikuti lomba para pelaku wisata biasanya promosi secara individu baik tingkat nasional maupun ke mancanegara.

akan tetapi setelah mengikuti BTV UNWTO promosi dilakukan secara umum baik oleh pemerintah maupun juga BPPD.

“Dengan kegagalan ini Tetebatu akan berjuang lebih agar Tetebatu itu ke depan lebih baik dan siapa tahu ke depan Tetebatu bisa dipercaya lagi untuk ikut lomba mewakili Indonesia di ajang UNWTO ini,” tutupnya.

(Marwin /PL)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU