H. Iron Sebut PT Energi Selaparang Porak-Poranda, Harus Dibenahi!

(PorosLombok.com) – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Energi Selaparang.

Menurutnya, kondisi perusahaan daerah yang membawahi unit usaha pabrik air minum kemasan dan SPBUN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan) itu saat ini dalam keadaan porak-poranda.

Pernyataan itu disampaikan usai menghadiri pelantikan pimpinan BAZNAS Lombok Timur, Jumat (18/7).

“Kita punya pabrik air mineral dalam kemasan yang diproduksi oleh PT Asel itu tidak bergerak, tidak hidup. Berarti kan dia rusak. Sehingga tentu butuh perbaikan, butuh dana besar,” kata Bupati yang akrab disapa H. Iron.

Selain unit air minum, Bupati juga menyoroti SPBUN yang dikelola PT Energi Selaparang. Ia menyayangkan karena operasional SPBUN justru tidak membawa manfaat finansial bagi daerah.

“Kita punya SPBUN itu memang bergerak, tapi bukan modal dari kita, melainkan dari pihak ketiga. Akhirnya kita tidak dapat apa-apa. Rugi kita. Itu maksud saya, porak-poranda. Ini harus segera kita ambil alih dan biayai sendiri,” tegasnya.

H. Iron mengungkapkan bahwa pihaknya sempat kesulitan mengambil langkah cepat karena keterbatasan waktu dan akses anggaran.

“Sampai triwulan kedua ini kita belum bisa mencairkan uang karena belum masuk bulan Juli. Di bulan itu kita sangat butuh. Tak bisa kita lakukan apa-apa. Terpaksa kita minjam di tempat lain yang tidak berbunga, minjam di teman, dan sudah lunas,” bebernya.

Bupati menegaskan, pembenahan terhadap PT Energi Selaparang tidak hanya sebatas mengaktifkan kembali unit usaha yang mati, tetapi mendorong perusahaan agar tumbuh agresif dan menghasilkan.

“Asel bukan hanya akan dihidupkan, tapi harus berlari kencang,” ucapnya tegas.

Selain itu, H. Iron juga menyinggung BUMD lain, yakni PD Agro Selaparang, yang menurutnya juga akan dievaluasi total. Perusahaan tersebut saat ini hanya mengelola usaha garam, beras, pupuk, dan es balok.

“Kita akan evaluasi semua,” ujarnya singkat.

Pemkab Lotim, lanjutnya, telah menggelontorkan penyertaan modal tambahan untuk PD Agro Selaparang. Namun hingga kini, belum terlihat manajemen yang efektif.

“Kan kemarin kami sudah berikan modal tambahan atau penyertaan modal. Tapi sampai saat ini modalnya endak karuan. Kita akan benahi. Kalau kita ungkap kelalaian mereka jadi serba salah. Kita benahi saja dengan cara yang baik,” pungkasnya.

(arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU