​HET Rp18 Ribu Harga Mati Disdag Lotim Pelototi Pangkalan Gas Melon

Disdag Lombok Timur pastikan stok LPG 3 kg aman dengan distribusi 38.000 tabung per hari. Agen dan pangkalan ditekan untuk disiplin menjual sesuai HET Rp18.000 demi menjaga daya beli warga.

PorosLombok.com – Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur melancarkan inspeksi mendadak ke sejumlah agen dan pangkalan guna memberangus spekulasi stok gas melon pada Rabu (1/4/2026).

​Operasi pasar ini menyasar rantai distribusi dari Pertamina kepada 18 agen besar di seluruh wilayah Bumi Patuh Karya. Pemerintah tidak ingin ada celah permainan stok mengingat volume kiriman mencapai 38.000 tabung setiap harinya.

​“Distribusi LPG dari Pertamina kepada seluruh agen di Lombok Timur saat ini dalam kondisi aman,” tegas Kepala Dinas Perdagangan Lombok Timur, Hadi Fathurrahman.

​Selaras dengan hal itu, tim pengawas memperketat pemantauan terhadap 75 pangkalan resmi yang menerima pasokan rutin. Sebagai contoh, pangkalan di wilayah Sandubaya terpantau menerima droping hingga 200 tabung gas untuk menjamin ketersediaan di tingkat bawah.

​Lebih lanjut, Hadi Fathurrahman memastikan seluruh alur distribusi wajib tunduk pada kuota yang tertuang dalam SK Gubernur NTB. Pihaknya tidak segan mengambil tindakan jika ditemukan penyimpangan alokasi mulai dari distributor hingga pangkalan desa.

​“Kami melakukan pengawasan ketat sesuai kuota yang tertuang dalam regulasi pemerintah provinsi,” katanya.

Surat Sakti Keluar Disdag Larang Pangkalan Jual di Atas HET

​Menanggapi dinamika tersebut, otoritas perdagangan merespons cepat keluhan warga terkait harga gas yang mulai mencekik leher. Munculnya harga di atas kewajaran disinyalir akibat ulah oknum yang memanfaatkan celah distribusi di tingkat pengecer.

​“Kami telah melayangkan surat resmi kepada seluruh agen agar mematuhi aturan harga jual,” ujarnya.

​Sesuai dengan regulasi, pangkalan memiliki kewajiban mutlak untuk menjual gas subsidi tepat di angka Rp18.000 per tabung. Disiplin harga di level ini menjadi kunci utama agar pengecer tidak memiliki alasan untuk melambungkan harga kepada konsumen rumah tangga.

​“Pangkalan harus tetap disiplin menjual sesuai HET demi menjaga daya beli masyarakat luas,” jelasnya.

​Di sisi lain, Dinas Perdagangan memperingatkan agen untuk lebih selektif dan tegas dalam membina pangkalan di bawah naungan mereka. Pengawasan berkala akan terus bergulir guna mendeteksi indikasi penimbunan yang kerap memicu kelangkaan semu di pasar.

​Meskipun demikian, masyarakat diminta tenang dan tidak terjebak aksi borong yang justru akan merusak stabilitas stok harian. Pemerintah menjamin pasokan saat ini sangat melimpah dan mencukupi untuk kebutuhan seluruh masyarakat Lombok Timur.

​“Intinya pasokan aman dan kami minta semua pihak mematuhi ketentuan harga yang sudah ditetapkan pemerintah,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU