LOMBOK TIMUR, Poroslombok -Permaslah pada produksi tembakau dari tahun ke tahun selalu sama yakni masalah harga, padahal permasalahan tersebut sejatinya bisa diatasi, hal tersebut disampaikan ketua komisi IV DPRD Lotim, Fraksi Golkar Hasan Rahman.
“Cuma memang kita ini lemah di dalam pendataan persoalan, berganti kepala Dinas berganti pula kebijakan,”katanya kepada Poros Lombok, Senin 23 junior 2021.
Hasan juga menyebutkan untuk meminimalisir permasalahan pada petani tembakau, sejatinya dilakukan ketika masuk musim tanam bukan ketika akhir produksi.
“Semestinya dari awal harus diantisipasi, jangan ketika masa akhir produksi Dinas Pertanian hadir,”tegasnya.
Lebih lanjut Hasan menjelaskan, maraknua gudang-gudang kecil yang naka disebabkan karena kurang kuatnya isi kesepakatan, kalaupun para Asosiasi petani terlindungi pasti akan dilaporkan ke perusahaan besar.
“Wajar marak gudang-gudang kecil nakal karena belum ada kesepakatan dari akarnya,”ujarnya. (rl)











