LOTIM, Poroslombok.com – Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur, Ahyan, SKM, mengeluhkan kurangnya pasilitas sarana transportasi Mobil Dinas yang memadai sebagai penunjang kerja lapangan yang mobilitasnya sangat tinggi. Hal itu diungkapkan saat ditemui di ruang kerjanya, kamis (24/06/21).
Ahyan membeberkan, jika selama ini pihaknya terutama ke-empat Kepala Bidang (Kabid) yang ada pada Dinas Sosial harus menggunakan transportasi pribadi dalam melaksanakan tugas-tugas di lapangan.
“Di sini cuma ada 2 (dua) mobil dinas, yang satu untuk Kepala Dinas dan yang satu lagi untuk saya sebagai Sekdis, itupun kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Sementara untuk kabid saya tidak ada sama sekali,”keluh Ahyan membeberkan.
Ahyan menegaskan, beberapa minggu terakhir pihaknya memiliki kesibukan yang cukup tinggi di lapangan, guna melakukan verifikasi data terkait jumlah maupun kondisi real di lapangan tentang fakir miskin, anak yatim, orang tua jompo dan lain-lain.
Secara spesifik dijelaskan, sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Bupati untuk bantuan dana stimulan kepada siswa anak yatim dan siswa miskin yang mondok disemua pondok pesantren yang ada di Lombok Timur yang dilaporkan oleh lembaga ponpes, juga menjadi tugas pihak Dinsos untuk melakukan verifikasi.
“Kita bukannya tidak percaya sama pihak pondok ya, tetapi berdasarkan SK dari pak Bupati kita tetap turun melakukan verifikasi, sebelum nantinya di tetapkan dan di SK kan oleh pak Bupati,”jelasnya.
Ia merinci, pada tahun 2020 lalu terdapat 1000 orang siswa mondok yang mendapatkan bantuan. Pada tahun 2021 terjadi peningkatan menjadi 1300 siswa dari 70 pondok pesantren yang tersebar di seluruh wilayah Lombok Timur.
“Jadi setiap tahun ada pengusulan baru, dan itulah yang kita verifikasi. Adapun besarannya sebesar 5 juta rupiah untuk satu orang siswa per tahun,”rincinya.
Selain turun untuk memverifikasi data siswa mondok, lanjut Ahyan memaparkan, pihaknya juga melakukan verifikasi terhadap proposal yang masuk dari beberapa LKS (Lembaga Kesejahteraan Sosial). Yang memiliki misi sosial untuk membantu masyarakat tidak mampu, pakir miskin, orang tua jompo dan lain sebagainya.
“Jadi banyak sekali Lembaga yang memang bergerak dibidang sosial. Bahkan ada Lembaga yang kita ketahui memang getol membantu masyarakat, tapi kadang-kadang ada saja administrasinya yang kurang, nah itu kita bantu dia untuk melengkapi kekurangannya, dan insyaAllah itu kita prioritaskan,”ujarnya.
Karnanya, Ahyan berharap agar Bupati maupun Sekda dapat mempertimbangkan untuk dapat memenuhi transportasi berupa mobil dinas guna menunjang seabrek pekerjaan lapangan pada Dinas Sosial.
“Kami sudah bersurat kepada bapak Bupati dan juga ke pak Sekda. Harapannya kami, untuk membantu mobilitas yang tinggi, jika tidak bisa roda empat mungkin sekedar roda dua lah untuk semua kepala bidang,”tutupnya dengan penuh harap.(ns)

















