Pencairan Dana BOF Lelet, Puluhan Guru PAUD Sambangi Dikbud Lotim

LOMBOK TIMUR, POROSLOMBOK-Puluhan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) wilayah III yang meliputi 7 kecamatan, Selasa tadi mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lotim, mereka menuntut agar dana Biaya Operasional Penyelenggara (BOP) segera dicairkan, mengingat di wilayah lain sudah direalisasikan.

Menanggapi hal tersebut kepala Bidang
Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (PAUD Nf), Fajri mengatakan, pencairannya masih dalam proses karena harus mengacu dengan petunjuk teknis.

“Juknis perubahan terlambat keluar, sehingga berimbas kepada pencarian, kendati demikian kami akan tetap salurkan,”katanya kepada Poros Lombok, Selasa (06/07)

Fajri menambahkan dana tersebut sudah berada di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), sedang dalam pelaksanaan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D), sehingga 2 sampai 3 hari bisa dicairkan.

“Uangnya sudah di BPKAD, tinggal menunggu SP2D,”paparnya.

Lebih lanjut Fajri meminta kepada guru agar tidak termakan dengan isu yang mengatakan jika lewat batas pencarian dana tersebut akan dibekukan oleh kementerian pendidikan.

“Tidak benar hal itu, jangan sampai termakan dengan isu yang tidak jelas kebenarannya,”pungkasnya.

Adapun PAD tahap pertama jumlah besar dana BOF adalah 113 miliyar bersumber dari DAK non-fisik, sementara jumlah lembaga di Lombok Timur sebanyak 858, dengan jumlah penerima sebanyak 45.976, nantinya perorangan mendapatkan 600.000.

Sementara salah seorang perwakilan guru PAUD, Husnul Laili meminta agar segera dicairkan, akan tetapi sampai sekarang kami disuruh menunggu.

“Kami minta segera dilakukan pencarian, kecamtan lain sudah dicairkan, semoga minggu-minggu ini akan cair,”ujarnya. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU