LombokTimur– Kecamatan Sikur merupakan salah satu wilayah yang menjadi sasaran Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dalam mensosialisasikan program Keluarga Berencana (KB) melalui pelayanan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) khususnya ke siswa sekolah-sekolah menengah.
Kegiatan ini dilakukan karena tingginya pertumbuhan penduduk dan masih kurangnya pengetahuan tentang program KB serta jumlah peserta KB yang relatif sedikit.
Untuk itu Tim BKKBN Kecamatan Sikur bersama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Duta Generasi Berencana (GenRe) NTB mengunjungi SMA IT Jeruk Manis pada Kamis (29/07).
Kepala PPSDM Duta GenRe Provinsi NTB, Izan Sani mengungkapkan jika program PIK R ini merupakan Pusat Informasi Konseling bagi remaja yang merupakan suatu wadah yang disiapkan oleh Genre (Generasi Berencana) dalam rangka menyiapkan keluarga berencana bagi remaja.
Kegiatan ini difokuskan dalam 3 hal yang dinamai dengan istilah Triad Genre.
“Kegiatan kami hari ini merupakan kegiatan edukasi remaja yang difokuskan pada 3 hal yaitu 1. Usia Pernikahan Anak 2. Pergaulan Bebas/Sex Bebas. 3. Penyalahgunaan Narkoba,” jelas Izan.
Lebih lanjut ia menjelaskan sedangkan pelayanan KIE ini sebagai bentuk kegiatan komunikasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku keluarga, masyarakat dan penduduk dalam program Keluarga Berencana (KB).
Dalam PIK R ini nanti tujuannya adalah bagaimana menyibukkan remaja dengan hal-hal positif sehingga bisa menurunkan angka pernikahan dini terutama di masa pandemi Covid-19.
Sementara itu Ketua Penyuluhan BKKBN, Eril Wandi S.Pd menerangkan, kegiatan yang melibatkan banyak remaja ini harus tetap diselenggarakan karena kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama.
Eril pun menyebut edukasi adalah cara yang paling efektif dalam menekan angka pernikahan dini.
“Asalkan kita tetap aktif turun edukasi kepada remaja, angka pernikahan dini akan menurun, ini merupakan langkah yang tepat dan bentuk kepedulian kita terhadap Lombok Timur secara menyeluruh khususnya di Kecamatan Sikur ini,” ungkapnya.
Yuliana sebagai Narasumber yang dihadirkan dari kabupaten juga menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat menyebarluaskan informasi secara luas agar generasi yang akan datang lebih menjanjikan dan menghasilkan generasi yang cerdas dan hebat pula.
“Kegiatan edukasi ini tidak hanya bertujuan untuk menyiapkan dan mengurangi angka pernikahan dini akan tetapi juga bisa menyebarkan informasi secara menyeluruh dan berjangka panjang dari generasi ke generasi sehingga generasi selanjutnya juga bisa lebih baik dari generasi sekarang,” tutupnya Yuliana. (*)

















