LOTIM | Poroslombok.com –
Salah satu pengurus daerah Nahdlatul Wathan, Muhammad Zaini, merasa bersyukur sekaligus mengapresiasi pemerintah daerah (PEMDA) Lombok Timur dan organisasi Nahdlatul Wathan (NW) yang telah berhasil membangun kerjasama yang baik dan saling mendoakan.
“Ini kan lingkaran kerjasama yang baik ditengah-tengah terjadinya tumpang tindih persoalan sosial, karna adanya issue agama,” ujar Zaini kepada poroslombok, usai acara Hiziban Akbar di Pendopo Bupati Lotim, minggu (09/01).
Diterangkan Zaini, Nahdlatul Wathan mengambil jalan dengan membangun silaturrahmi, berdoa dan bermunajat kepada Allah S.W.T, agar negara juga daerah selalu diberikan kedamaian.
Dirinya juga tidak lupa mengapresiasi pemerintah daerah dalam hal ini Bupati yang telah banyak membantu organisasi NW, dan juga organisasi lainnya.
“Itu adalah kepedulian beliau (Bupati-red) sebagai seorang pemimpin,” imbuhnya.
M. Zaini juga menyebut, bahwa di era kepemimpinan Sukiman Azmy telah terukir sejarah, dimana untuk yang pertama kalinya terjadi ribuan orang berkumpul di pendopo Bupati untuk melaksanakan Hiziban Akbar.
Ditanya, apakah kegiatan do’a bersama dan Hiziban Akbar tersebut berkaitan dengan masalah dugaan penghinaan terhadap makam keramat yang ada di lombok yang sedang viral saat ini?, dirinya tidak menampik hal itu.
Namun, jelas dia, organisasi NW lebih memilih cara-cara yang damai dan beradab dengan menggelar do’a bersama dalam menyelesaikan masalah tersebut. Meski begitu, ia menegaskan ikut mendukung aksi demo damai yang dilakukan oleh yang lain.
“Saya kira, ini jalan sejuk yang kita lakukan. Nahdlatul Wathan kan selama ini selalu mengambil jalan tengah,” tuturnya.
Ia juga menyebut, siapapun tidak akan setuju ketika ada seorang ustadz berceramah dengan mengintervensi budaya dan adat istiadat termasuk juga tidak boleh mengintervensi keyakinan orang lain.
“Karna itu, NW juga tetap menuntut dan mengawal pemerintah, agar pemerintah memiliki solusi hukum, sama seperti tuntutan organisasi yang lain,”tutupnya.
(ns/pl)

















