LOTIM | POROSLOMBOK –
Dalam rangka meningkatkan kemampuan siswa, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN)1 Sikur wacanakan pembentukan Kampung bahasa Jepang mengingat event motor GP akan segera digelar yakni tepatnya pada bulan maret mendatang.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Sekolah SMKN 1 Sikur Hasbi, S.Pd, M.Pd saat ditemui dirung kerjanya pada selasa (25/01)
Hasbi mengatakan bahasa jepang ini sangat penting dalam mamasuki didunia kerja, lebih-lebih dunia otomatif, oleh karena itu siswa harus dilatih dari sekarang untuk melengkapi kemampuannya, agar bisa bersaing dengan yang lain.
“Kami ditawarkan beberapa waktu yang lalu oleh pihak jepang untuk membuat kampung jepang,” ungkapnya.
Ia menjelaskan Jurusan Pariwisata di SMKN 1 Sikur ini juga perlu dilatih bahasa jepang mengingat nantinya mereka akan menghadapi tamu dari berbagai negara. Karena kata dia tidak semua tamu yang berkunjung ke NTB menggunakan bahasa inggris.
“Ditetebatu ada kampung inggris disini kita nanti buat kampug jepang,” ucapnya.
Terkait kapan akan dimulai sambung Hasbi, pihaknya masih melakukan diskusi dengan Ketua Jurusan, dan saat ini sedang proses survei dan penjajakan terkait program tersebut.
“Kita serahkan sudah kejurusan karena nanti mereka yang akan mengkaji,” tandasnya
Lebih lanjut Hasby menjelaskan bahwa untuk sementara kampung jepang ini diperuntukkan untuk siswa, namun kedepannya pihaknya akan membuka untuk masyarakat umum.
Dan perlu diketahui kata dia yang mendorong dirinya untuk membuat perogram ini karena ada beberapa orang alumni SMK 1 Sikur bekerja ke Negara Jepang, sehingga bahasa jepang perlu juga diajarkan kepada para siswa.
“Kita ingin SMK 1 Sikur jadi Center dulu sambil publikasi perogram sehingga sekolah-sekolah yang lain tertarik dengan kursus bahasa jepang ini,” harapnya.
Untuk biaya kursus ini, Hasbi menjelaskan rencananya Rp.160 ribu per orang selama dua kali pertemuan, dalam satu minggu tanpa harus menginap. Terkait progres Perogram ini hasbi menandaskan bisa dilihat nanti ketika ini sudah berjalan, dan sampai sejauh mana manfaatnya untuk para siswa.
“Nanti setelah perogram ini berjalan kita coba jalin komunikasi dengan pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk kerjasama dalam mencari peluang kerja keluar Negeri khususnya Jepang,” tutupnya
(Arul/Poroslombok)

















