LOTIM | POROSLOMBOK –
Perhelatan MotoGP di Sirkuit Mandalika sebentar lagi akan segera di gelar, pengusaha hotel dan penginapan mulai berbenah untuk menyambut para tamu yang akan menginap. Banyak imbas yang dirasakan oleh para pelaku pariwisata salah satunya Wisma Soedjono, yang berada di Desa Tetebatu, Kecamatan Sikur, Lombok Timur yang merupakan tempat penginapan yang legendaris sejak zaman dahulu.
Pengelola Wisma Soedjono Marwan mengatakan bahwa saat ini pihaknya mendapatkan 6 jatah kamar di ajang motoGP mendatang, pesanan tersebut langsung dari pihak mandalika “untuk harga sama saja dengan tamu lokal hanya Rp.250.000 Per-malamnya,” ucapnya kepada Poroslombok. Minggu ( 26/02).
Marwan menjelaskan bahwa harga tersebut sudah ditentukan untuk Lombok Timur jadi pihakya tetap berpedoman pada harga yang sudah di tetapkan. “Kita tidak berani menaikan ataupun menurunkan harga karena harga-harga ini sudah ada standarisasinya di Lotim,” ujarnya.
Wisma Soedjono saat ini hanya mampu menyediakan 6 kamar saja kata Marwan, mengingat sejumlah kamar di Wisma tersebut belum dilakukan perehapan imbas gempa Lombok Beberapa tahun yang lalu. “Awalnya kita mempunyai 22 kamar bahkan terbesar di Desa Tetebatu tapi rusak karena gempa ditambah lagi Pandemi Covid-19,” ungkapnya.
Ketika Desa Tetebatu mengikuti Lomba Desa Tingkat Dunia atau yang disebut Best Tourizm Village yang diselenggerakan oleh UNWTO kemarin, wisma Soedjono hanya mendapatkan bantuan Lumbung saja, tidak ada bantuan perbaikan kamar dan lain-lain. “Kalau kita lihat dari Historisnya tentu wisma Soedjono sangat layak dibantu apalagi disini ada museum perjalanan perjuangan Raden Soedjono,” ujarnya.
Lebih lanjut Marwan mengatakan bahwa sementara ini pihaknya fokus ke Resto walaupun tamu yang berkunjung hanya untuk weekend saja dan kebanyakan yang datang para sahabat-sahabat keluarga Raden Soedjono.”Ada yang dari Tiong Hoa, Mataram, kalau touris mancanegara saat Pandemi ini seingat saya cuma dua kali berkunjung yakni sekitar enam orang,” tandasnya.
Sebelum Pandemi Marwan mengaku kewalahan melayani tamu bahkan saat masih 22 kamar sampai banyak tamu-tamu yang antri untuk menginap di Wisma Soedjono ini. Bahkan tak jarang pihaknya harus booking Hotel diluar untuk para tamu. “Ya kalau sekarang boleh kita bilang turun drastis sekali,” ucapnya.
Marwan berharap setelah Pandemi Ini usai wisma soedjono bisa kembali ramai seperti dulu karena hal ini juga berimbas pada masyarakat sekitar. ” Ya kalau ramekan kita bisa mempekerjakan Masyarakat di sini baik jadi Tour Guide dan lain-lain,” pungkasnya
(Arul | Poroslombok)


















