LOTIM | Poroslombok.com –
Keberadaan lembaga pendidikan Yayasan “Nurul Hayat” ditengah-tengah msyarakat Dusun Segire, Desa Sikur Selatan, Kecamatan Sikur sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Utamanya bagi kalangan masyarakat ekonomi lemah.
Pasalnya, selain memberikan pendidikan gratis bagi siswa dan santrinya, pengurus Yayasan Nurul Hayat juga rutin membagikan nasi bungkus secara gratis kepada masyarakat sekitar.

“Kita juga punya kegiatan sosial, yakni sedekah jum’at berkah dengan membagikan nasi bungkus untuk santri yatim piatu, dan orang jompo sekitar yayasan,” ungkap ketua yayasan Nurul Hayat, Muksin, S.Pdi, saat dikunjungi poroslombok, Selasa (01/03/22).
Lebih lanjut, Ustad Muksin mengatakan, dengan hadirnya PAUD Nurul Hayat sebagai lembaga pendidikan formal yang dilaksanakan pagi hari dan dilanjutkan dengan kegiatan keagamaan mengaji disore hari diharapkan dapat membentuk karakter yang islami.
“Saat ini, kita lihat sendiri karakter generasi kita sudah mulai krisis karakter. Salah satu penyebabnya, tidak terkontrolnya penggunaan alat media sosial saat ini,”imbuhnya.
Karnanya, sambung dia, bagaimana mengarahkan para siswa dan santri supaya lebih terarah dan karakternya terbentuk dengan baik. Tentunya dengan mengnyibukkan mereka dengan belajar agama dan mengurangi bermain gadget.
Sistim pembelajarn di PAUD Nurul Hayat, lanjutnya, tetap mengacu pada kurikulum pemerintah. Namun sebelum memulai pembelajaran atau satu jam sebelum dan satu jam setelah belajar, siswa diwajibkan untuk doa dan membaca Al-Qur’an bersama.
“Tujuannya, bagaimana kita berharap saat adik-adik ini menuntut ilmu mendapatkan keberkahan dan kemudahan, yang dimana memulainya dengan membaca Al-Quran dan menutupnya pula dengan membaca Al-Qur’an,”urainya.
Sehingga, jelas dia, apa yang dijalankan di pagi hari (pelajaran di PAUD) bisa dilanjutkan di sore hari dengan program tahfidz untuk para siswa dan santri.
Lebih lanjut dijelaskan Ustad Muksin, metode-metode pembimbingan pada santrinya yayasan Nurul Hayat yang dimana sebelum menghafal Al-Qur’an dimulai, terlebih dahulu dilakukan pemantapan Qiroatinya.
“Sehingga harapannya, adik-adik santri bisa menghafal dan membaca Al-Quran dengan baik dan benar,”jelasnya.
Dirinya berharap, agar niat seluruh pengurus Yayasan Nurul Hayat, yakni membentuk karakter siswa dan santri dengan baik, sehingga benar-benar menjadikan Al-Quran dan sunnah menjadi pedoman hidup dunia dan akhirat dapat tercapai.
(Anas/pl)

















