Atasi Kelangkaan Minyak, HDP Galakan Minyak Jeleng Produksi Rumahan

Lombok Timur | POROSLOMBOK-

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur (Lotim) turut menyikapi persoalan kelangkaan minyak goreng (migor) kemasan atau curah yang ada di Lombok Timur khususnya. Mengingat kebutuhan atau permintaan masyarakat terhadap migor belum bisa teratasi oleh pemerintah.

“Agar persoalan ini tidak berlarut-larut apalagi saat ini kita akan memasuki bulan suci Ramadan, saya mengajak para pelaku usaha rumahan untuk menggalakkan minyak jeleng dari kelapa,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim Fraksi Golkar Haji Daeng Paelori.

Proses Pembuatan Minyak Kelapa Warga

Menurutnya itu salah satu usaha, dari pada diam menunggu sampai minyak stabil. Apalagi saat ini Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Perdagangan sebagai liding sektor baru sekali mengadakan pasar murah migor. Ia berharap Pemda bisa mengadakan pasar murah hingga lebaran di masing-masing kecamatan.

“Kegiatan operasi pasar tidak dilakukan di satu kecamatan saja, melainkan merata disemua kecamatan di Lotim. Untuk stok Migor dilihat dari jumlah penduduk,” harapannya.

Dengan digalakkannya minyak jeleng di Lotim, setidaknya bisa sedikit mengatasi kebutuhan masyarakat terutama ibu rumah tangga.

Kemesan Minyak Kelapa yang Sudah Jadi

Ketika ini di galakkan oleh pelaku rumahan atau pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), besar kemungkinan usaha ini akan jadi acuan agar di produksi dengan skala besar yaitu dengan membangun Industri Minyak kelapa di Lotim.

“Kami dorong Pemerintah Daerah (Pemda) untuk membangun Perusahaan Industri minyak kelapa,” jelas Senator HDP nama sapaan akrab untuk maju pada Pilkada 2024.

Sebab Lotim kata HDP berpotensi membuat industri kelapa, di mana sumber bahan baku kelapa di Lotim sangat melimpah.

“Daripada kelapa dikirm ke luar daerah atau jawa, lebih baik di stop. Kemudian hasil petani kelapa sebanyak kurang lebih 2 juta butir perbulan itu di olah di sini, ” sindirnya terhadap pemerintah yang tidak bisa memanfaat potensi alam berupa kelapa.

“Percuma kita memiliki sumber bahan baku yang melimpah tapi kita tidak bisa mengelolanya,” tambahnya.

Keberadaan industri kelapa lanjut HDP, tentunya akan membuka peluang kerja untuk masyarakat khususnya Lotim ,”Bisa dibayangkan berapa ribu masyarakat terserap bekerja yang akan menggantungkan nasibnya pada perusahaan” terang HDP.

Masih kata HDP, Lotim seharusnya banyak berbenah diri dengan keberadaan potensi yang melimpah ruah. Kedepan tidak hanya memiliki Perusahaan Minyak, tapi Perusahaan Besi bisa di buat di sini. Sehingga Lotim tidak hanya produksi air saja.

Dengan kekayaan alam yang ada di Lotim, kita bisa tunjukkan kepada Negara bahwa Lotim bisa bersaing dengan daerah lainnya. “Jadi, tidak semua kebutuhan harus di datangkan dari luar, klau kita bisa memproduksi sendiri,” tuturnya.

Sementara pelaku UMKM minyak jeleng tetap akan di bina, salah satunya memberikan kesempatan untuk andil bekerja di Perusahaan. (Ns_PL)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU