SMAN 1 Sikur Jalankan Program “Ayo Bercita-cita” (GAB)

LOTIM | POROSLOMBOK –

Program Sekolah Penggerak di Sekolah Menengah Atas Negeri ,(SMAN) 1 sikur Lombok Timur tetap berprogres, berbagai program dan inovasi telah dijalankan untuk meningkatkan kwalitas siswa baik fasilitas ataupun dalam sistem belajar mengajar.

Kepala Sekolah SMAN 1 Sikur Hairul Anwar, S.pd menyampaikan bahwa, saat ini pihaknya sedang menerapkan Gerakan “Ayo Bercita-cita” (GAB). Yang dimana Program ini merupakan salah satu Program yang ada dalam Sekolah Penggerak.

“Alhamdulillah sampai saat ini Program Sekolah Penggerak tetap berjalan dari awal mulai hingga sampai saat ini Program-programnya tetap kita terapkan kepada anak-anak ,” ucapnya kepada Poroslombok . Sabtu (12/03).

Dijelaskannya, Sekolah Penggerak ini sudah tidak memakai sistem Jurusan, sehingga siswa yang berada di Kelas X Semester Genap bisa memilih mata pelajaran sesuai dengan cita-citanya.

Dia juga mengaku sampai saat ini belum ada kendala dalam menjalankan sekolah penggerak ini, mengingat setiap program yang dijalankan tetap dalam pengawasan dan intervensi dari Pemerintah Pusat.

“Misalnya kita terkendala dengan aturan maka pusat akan segera membuatkan kita aturan agar program yang kita jalankan berjalan dengan baik,”jelasnya

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa dalam Sekolah penggerak ini tetap ada bimbingan yang bersifat simetris sesuai dengan kebutuhan, sehingga program ini berjalan maksimal tanpa adanya kendala.

“Kita kan ada pendamping dalam program ini jadi bisa bertanya terkait program-program tentang Sekolah penggerak ini,” jelasnya.

Pada dasarnya Sekolah Penggerak ini terfokus dalam sistim pembelajarannya terpusat pada siswa. Maka dari itu kata dia Pembelajaran paradigma baru ini bertujuan untuk mengoptimalkan kepada para siswa, dengan pola-pola pembelajaran yang lebih bagus.

Hairul menjelaskan lebih dalam Sekolah penggerak ini siswa yang cerdas dan berprestasi dapat alih jenjang dari yang semula dua tahun bisa dikompress menjadi satu tahun. Karena Sekolah Penggerak ini disandingkan juga dengan Program Satuan Kredit Semester (SKS) seperti sistem perkuliahan.

“Karena di Program SKS Ini kita menerapkan tiga sistem pembelajaran yakni ada pembelajaran cepat, pembelajaran standar dan ada pembelajaran lambat,”jelasnya.

Dalam pembelajaran cepat ini para siswa diajarkan secara maraton sehingga sesuai dengan kemampuannya, jika siswa memiliki kemampuan lebih maka akan diajarkan lebih dulu. Namun sebelum mengikuti program SKS ini para siswa harus mengikuti beberapa tes, yang disebut dengan tes diagnostik untuk mengukur kemampuan siswa.

“Kalau mereka memiliki kemampuan lebih maka kita naikkan dia ke fase berikutnya, sehingga mereka lebih cepat menyelesaikan sekolahnya,” pungkasnya

(Arul / Poroslombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU