LOTIM | POROSLOMBOK –
Kelangkaan minyak goreng khususnya di Lombok Timur tak menyurutkan semangat pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk berhenti berusaha. Terlihat kegembiraan di wajah para pedagang gorengan yang berjejer di pinggir taman Kota Selong Lombok Timur.
Hal tersebut juga dirasakan oleh Nursiah wanita (29) tahun, pedagang gorengan asal pancor ini yang kesehariannya menjajakan dagangannya di tempat tersebut, tepatnya di depan Gedung Wanita.
Harga minyak goreng yang naik serta langka tak membuat omzetnya turun, walaupun yang semula ia harus membeli minyak goreng dengan harga rendah, kini dia harus rela membeli dengan harga yang cukup tinggi.
“Malah disaat minyak goreng naik dan langka omzet saya meningkat,”ungkap Nursiah saat ditemui poroslombok. Selasa (15/03)
Semula Nursiah setiap harinya harus membeli minyak goreng dengan harga Rp14.000 namun sekarang ia harus membeli dengan harga Rp19.000 per-Kilonya.
Terlihat pada setiap harinya pelanggan Nursiah tetap ramai bahkan ketika menjelang magrib dagangannya habis terjual tanpa tersisa. Namun mungkin tidak semua pedagang gorengan bernasib sama seperti dirinya.
“Mungkin saya saja yang untung ketika naik harga minyak goreng kalau pedagang yang lain saya kurang tau,”ujarnya
Ketika Pandemi Covid-19 melanda usaha gorengannya sempat mengalami kemunduran, tak jarang ia harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Namun Ketika kelangkaan minyak goreng ini dianggapnya tak separah Pandemi Covid-19.
“Saya juga bingung saat harga minyak goreng naik dan langka omzet saya malah naik beberapa persen,”katanya.
Dengan pasang surutnya usaha yang ia tekuni selama ini melatihnya untuk bersabar dari kondisi apapun, mengingat lock down yang berkepanjangan dua tahun terakhir ini membuatnya terbiasa, sehingga kondisi sulitnya minyak goreng baginya sesuatu yang biasa-biasa saja.
“Naiknya harga minyak goreng tak sekejam Pandemi,” guraunya sambil melayani beberapa pelanggannya.
Tak lupa Nursiah berterima Kasih kepada Pemerintah Daerah, dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur, yang telah menggerakkan semua pihak terkait sehingga Lombok Timur masih bertahan di PPKM Level 1, apalagi sebentar lagi bulan suci ramadhan akan segera tiba, tentunya hal ini merupakan peluang baginya untuk menaikkan omzet usaha gorengannya.
“Semoga di bulan ramadhan yang sebentar lagi akan datang minyak goreng tidak langka lagi dan omzet saya semakin mengalami peningkatan,” harapnya.
(arul | Poroslombok)

















