Meski Pandemi Mulai Menepi, Warung Ini Belum Ada Tanda Hidup Kembali

HLOTIM | Poros Lombok –

Sekitar 2019 yang lalu Rumah Makan “Brigaddun Warung”, masih tampak para tamu duduk santai sambil ditemani kopi hangat khas warung ini, berbagi macam khas makanan tertata rapi di meja menunggu pengunjung untuk mencicipinya.

“Brigadun Warung” Berada di Desa Tetebatu Kecamatan Sikur Lombok Timur, tepatnya di pojok sebelah kanan lapangan umum Desa Tetebatu, yang dikelola oleh Ibu Rahayu Ferkusen yang juga Direktur Bumdes desa tersebut.

Ketika Pandemi 2020 silam warung brigadun ini berubah sepi, yang terlihat hanyalah meja dan kursi berjejer di terasnya yang tampak lembab akibat hujan yang terus mengguyur beberapa hari terakhir ini. Terlihat juga tak ada lagi para tamu yang duduk dengan kopi hangatnya, laksana bangunan yang sunyi tak berpenghuni

Warung ini bernuansa klasik, bangunan yang sederhana namun elegan, dikelilingi bunga-bunga hijau yang tumbuh mekar, yang menariknya lagi lantai halaman pintu gerbangnya menggunakan batu-batu kecil yang tersusun rapi.

“Awalnya berdirinya “Brigadun Warung” ini diharapkan untuk para tamu yang menginap dan singgah di Desa Tetebatu” ungkap Rahayu kepada poroslombok senin (21/03)

Foto: Rahayu Ferkusen Owner “Brigaddun Warung” Desa Tetebatu Kecamtan Sikur Lotim (Doc ; Arul / Poroslombok)

Dulunya warung ini mempunyai tiga pegawai, namun terpaksa diberhentikan, atau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena sudah tidak ada lagi pengunjung yang harus dilayani karena pandemi tak kunjung berlalu.

“Waktu pandemi itukan kita disuruh Lock down, terus penyekatan di jalan-jalan jadi sekalian aja di tutup,” ucapnya lagi

Kini bangunan ini seperti meninggalkan sejuta kenangan, berbagai hiasan dinding masih terpajang rapi disisi temboknya, tak hanya itu di samping warung ini terlihat pematang sawah hijau yang indah di pandang mata, terlihat juga masyarakat yang sedang “Lowong” (menanam padi) sambil bercanda riang gembira.

Saat ini kata rahayu “Brigadun Warung” digunakan sementara sebagai Kantor Bumdes Desa Tetebatu, namun tidak digunakan setiap harinya, hanya jika ada rapat-rapat terkait program Bumdes yang harus dibahas.

“Nanti kedepannya setelah jadi Kantor Bumdesnya jadi kita akan coba kembangkan lagi warung ini,” cetusnya sambil tersenyum menyebutkan beberapa nama khas makanan warung ini.

Setelah adanya Event-event besar di Pulau Lombok Ini Tentunya peluang untuk menghidupkan kembali Rumah makan “Brigadun Warung” mengingat Tetebatu termasuk desa penyangga motogp.

“Pelan-pelan saja toh event-event ini akan trus di adakan maka dari itu mulai sekarang kita akan berbenah,” ucap rahayu menutup bincang-bincangnya .

(arul / Poroslombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU