LOMBOK TIMUR | Poros Lombok –
Ditengah hujan yang deras siang itu, Jumat (01/04) mama unan (55) sibuk beres-beres lapaknya yang tampak begitu becek karena percikan air hujan, lapak ini biasa dijadikan tongkrongan para wartawan di Lotim usai mencari berita.
Dengan muka yang tampak panik mama Unan memasang beberapa bekas spanduk, untuk menghalau percikan air hujan yang masuk di sekitar lapaknya.
Lapak mama unan terletak di taman Kota Selong, Kabupaten Lombok Timur, lapak ini ia tempati dengan sistim sewa ke Pemerintah daerah. Setiap bulannya ia harus membayar uang sewa sebesar Rp 150.000
Lapak ini menyediakan berbagai jenis minuman hangat dan dingin dari kopi hingga es kelapa muda.
Ia bercerita beberapa tahun terakhir ini omzetnya mengalami penurunan yang signifikan, tepatnya sejak pandemi. “Jualan saya sepi sejak Covid-19, belum lagi hujan saat ini tak henti-henti,”keluhnya. Namun hal tersebut lantas tak membuatnya patah arang, karena pasang surut sebuah usaha merupakan hal yang biasa baginya.
Sebelum pandemi ia mengaku bisa meraup keuntungan Rp 1.500.000, sekarang ia hanya bisa mendapatkan Rp 500.000 per harinya, namun ia tetap bersyukur mungkin ini sudah rizky yang ditetapkan oleh tuhan yang maha kuasa.”Walaupun omzet menurun namun cukup untuk kebutuhan sehari-hari, saya juga tidak punya tanggungan anak-anak sudah semuanya bekerja,” ucapnya sambil menyajikan kopi hangat kepada beberapa wartawan yang sedang nongkrong siang itu.
Ia menggeluti usaha ini sejak tahun 2010 yang lalu sampai sekarang, berbagai fenomena dalam berjualan dialaminya, dari pelanggan yang lupa bayar hingga yang tidak mau bayar. “Namanya juga manusia pasti ada tempat kita lupa dan khilaf,” ucapnya.
Diumurnya yang menua ia masih terlihat sehat, keramahannya membuat para pelanggannya betah, begitu juga canda tawanya yang selalu menghibur para pengunjung, khususnya para wartawan yang lagi penat karena deadline berita yang harus segera.tayang.
Perlu diketahui memasuki Ramadhan tidak akan tampak lagi lapak mama unan pada siang hari, karena sebulan penuh lapak ini akan buka mulai sore hari menjelang berbuka puasa.”Mudah-mudahan nanti waktu puasa omzet meningkat,”harapnya.
Mama Unan berharap semoga dengan datangnya bulan Ramadhan, akan menghapus Pandemi khususnya di Bumi Patuh Karya, sehingga kehidupan masyarakat berjalan normal kembali dan para pelaku UMKM mulai menggeliat lagi seperti dulu.
(Arul / Poros Lombok)

















