PorosLombok.com • LOTIM –
Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Masbagik adakan acara lepas kenang, untuk siswa-siswi yang sudah meyelesaikan pendidikan, dengan bertemakan kearifan lokal. Kamis (16/06).
Tema ini diambil bertujuan untuk menjaga dan melestarikan adat-istiadat serta budaya sasak, namun tetap mengikuti perkembangan zaman,
Turut hadir dalam acara tersebut Asisten II Bidang Ekonomi, Kadis Dikbud Lotim, Kepala Desa Lendang Nangka, dan beberapa pejabat. Lainnya.
Dalam sambutannya Kepala Desa Lendang Nangka Lalu M.Isnaini menyampaikan, bahwa SMPN 2 Masbagik merupakan salah satu sekolah penggerak, yang tetap memelihara kearifan lokal, tentu hal ini suatu yang sangat luar biasa yang patut diberi aprresiasi.
“Semoga SMPN 2 Masbagik tetap konsisten, mengajarkan kearifan untuk anak- anak kita” ucapnya.
Tak lupa juga ia sampaikan selamat bagi para siswa/ siswi yang sudah menyelesaikan pendidikannya di SMPN 2 Masbagik, dan berpesan kepada para siswa untuk terus melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi yakni SMA/MA.
Ditempat yang sama Asisten II Mahsin, mewakili Bupati Lotim menyampaikan, salam takzim bupati Lotim, karena tidak bisa menghadiri acara ini , dan berterima kasih kepada semua panitia yang terlihat kompak dan terus memelihara kebersamaan dengan baik
“Saya melihat di SMPN 2 Masbagik berbeda dengan sekolah-sekolah yang lain, karena menonjolkan budaya sasak,” ucapnya.
Dalam acara ini kata dia, terdapat beberapa nilai yang terkandung didalamnya, yakni, tata krama, tentang bagaimana cara bersikap kepada para guru, masyarakat dan memperkuat silaturahmi,
Ia juga menjelaskan bahwa Pemerintah kabupaten Lotim, dibawah kepemimpinan Sukma (Sukiman- Rumaksi), khsusnya dalam bidang pendidikan sudah banyak menunaikan visi-misinya. Kalau dilihar indek Pendidikan di Lotim yang semula peringkat ke-45 akan tetapi sekarang sudah naik Ke-Peringkat ke-8 dari 10 kabupaten,
“Ini merupakan bukti keseriusan Pemerintahan SUKMA menyelesaikan Visi-Misinya di akhir masa jabatannya,” tandasnya.
Maksin berharap agar para siswa jangan sampai ada yang menikah dini, mengingat ini akan berdampak pada kesehatan, dan akan memicu naiknya angka stunting, jadi ia meminta agar para siswa yang sudah menyelesaikan pendidikannya agar melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Jangan ada nanti kita dengar siswa yang merarik kodek (Pernikahan dini) , kejar dulu cita-cita sehingga apa yang menjadi harapan dan buarlah orang tua kita terwujud,” pungkasnya.
Di tempat yang sama Kepala sekolah SMPN 2 Masabagik azizzuddin, S.Pd, saat dikonfirmasi menyampaikan acara ini juga untuk memberikan pemahaman wawasan pancasila, sehingga akan menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa dan Negara, Mengingat SMP 2 Masbagik salah satu sekolah penggerak.
“Ini merupakan Program sekolah penggerak, jadi salain siswa mendapatkan pelajaran umum siswa juga kami ajarkan tentang adat dan budaya tanpa menghilangkan nilai-nilai Pancasila itu sendiri,” pungkasnya.
Turut hadir dalam acara tersebut Asisten 2 Bidang Ekonomi, Kadis Dikbud Lotim, Kepala Desa Lendang Nangka, dan beberapa pejabat. Lainnya.
(Arul/ PorosLombok)
















