PorosLombok.com – Manajemen RSUD dr. R. Soedjono Selong menyatakan kesiapan penuh untuk menyukseskan ajang internasional Rinjani 100 dengan menerjunkan tim medis profesional pada enam titik pos penjagaan strategis.
Langkah ini diambil guna menjamin keselamatan para pelari yang akan menaklukkan medan ekstrem pegunungan Rinjani. Pihak rumah sakit telah mematangkan seluruh skema operasional melalui koordinasi lintas sektor.
“Tim kita dari rumah sakit nanti akan siaga di pos yang berlokasi di Hotel Nusantara,” ujar Koordinator Kesehatan RSUD dr. R. Soedjono Selong Lalu Malawirawan, Rabu (29/4/2026).
Lalu Malawirawan menjelaskan bahwa khusus di titik Hotel Nusantara, pihaknya menyiagakan satu orang dokter ahli dan tiga perawat. Formasi lengkap ini disiapkan khusus untuk menangani potensi insiden medis secara cepat dan akurat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur mengoordinasi total 18 tim medis yang tersebar di enam pos besar sepanjang rute kompetisi. Penempatan personel ini diprioritaskan pada lokasi yang memiliki tingkat risiko cedera paling tinggi.
“Setiap pos besar tersebut akan diisi oleh personel medis yang standby untuk memberikan pelayanan prima selama acara berlangsung,” katanya.
Lalu Malawirawan menekankan bahwa pengerahan tenaga profesional rumah sakit difokuskan pada pos utama yang memiliki fasilitas pendukung lengkap. Sementara itu, untuk pos pendukung lainnya akan dipantau oleh tim mobile yang bergerak dinamis.
Tim pendukung dari instansi lain seperti BNPB juga akan bertindak sebagai tenaga transporter untuk mempercepat evakuasi dari jalur sulit. Sinergi ini bertujuan memastikan setiap peserta mendapatkan perlindungan kesehatan yang maksimal.
“Apabila ditemukan kondisi yang tidak mampu ditangani di lokasi, maka rujukan langsung diarahkan ke RSUD Selong,” jelasnya.
Sistem rujukan berjenjang telah disiapkan secara matang dengan menunjuk Rumah Sakit Suela sebagai pos kesehatan terdekat dari pintu jalur pendakian. Penunjukan ini dilakukan guna memangkas waktu penanganan kritis pada pasien.
Pihak manajemen memastikan bahwa seluruh pembagian tugas dan jadwal piket dokter serta perawat sudah rampung disusun. Kesiapan unit ambulans serta ketersediaan obat-obatan bantuan pertama dipastikan dalam kondisi siap tempur.
“Secara prinsip di bidang kesehatan kami sudah sangat siap dan sudah melakukan pembagian tugas secara mendetail demi suksesnya Rinjani 100,” pungkasnya.*















