PorosLombok.com • LOTIM –
Pada Tahun Pelajaran 2022/2023 SMAN 1 Sikur kecamatan Sikur membuka Sekolah SMA Terbuka. Dengan dibukanya sekolah ini diharapkan bisa mengurangi angka putus sekolah jenjang SMA/MA sederajat.
Tentunya peluang ini merupakan angin segar bagi masyarakat yang tidak melanjutkan sekolah atau bahkan putus sekolah pada jenjang SMA/MA sederajat.
“Kami di SMAN 1 Sikur membuka peluang untuk warga masyarakat sekitar yang memang putus sekolah untuk sekolah di SMA Terbuka dengan syarat usia maksimal 21 tahun saat baru masuk” ucap H. Khairul Anwar, S.Pd. kepala sekolah SMAN Sikur saat ditemui diruang kerjanya pada Senin (4/7).
Beberapa faktor yang menyebabkan adanya peserta didik putus sekolah ucap H. Khairul yaitu karena tidak ada biaya di sekolah reguler, membantu orang tua bekerja, bahkan ada yang menikah ketika masih sekolah SMA/MA sederajat.
Dijelaskannya untuk saat ini pihaknya sedang mengumpulkan jumlah pendaftar, dimana nantinya jika jumlah pendaftarnya mencapai sekitar 20 orang, maka dari 20 orang itu akan dibuatkan nama kemudian menjadi bahan permohonan untuk di buatkan SK membuat SMA terbuka.
Untuk saat ini, jumlah pendaftar belum mencapai 20 orang sehingga untuk menyebarkan informasi pihak sekolah melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui desa.
“Kami sudah bersurat ke desa, kemudian kami minta kepada desa untuk melanjutkannya ke kawil-kawil untuk menginformasikan ke warga masyarakat sekitar yang memang mempunyai keinginan untuk menamatkan pendidikan di SMA” tutrnya.
Selain melalui desa, sosialisasi juga dilakukan dengan meminta peserta didik SMAN 1 Sikur untuk mendata anak-anak yang putus sekolah jenjang SMA/MA sederajat di tempatnya masing-masing, sehingga nantinya didorong untuk bisa masuk di SMA Terbuka.
Untuk proses pembelajaran SMA Terbuka ini lanjut H. Khairul bisa dipusatkan di Tempat Kegiatan Belajar (TKB) di wilayah tempat siswa ini tinggal. Sebagai contoh misalkan di desa Tetebatu kegiatan belajar dipusatkan ditempat yang disepakati sehingga siswa kumpul dan belajar disana.
Akan tetapi untuk kegiatan-kegiatan tertentu seperti Ujian nantinya akan dilaksanakan di SMAN 1 Sikur sehingga nantinya ijazahnys bukan ijazah SMA Terbuka akan tetapi Ijazah SMAN 1 Sikur.
“Untuk proses pembelajaran nanti kita fokuskan di lokasi yang disepakati sehingga para guru akan datang dan mengajar disana” terangnya.
Adapun proses pembelajaran tidak sama dengan SMA reguler, akan tetapi nantinya para siswa SMA Terbuka akan belajar 1 atau 2 kali dalam seminggu.
“Initnya kalau SMA Terbuka ini bagaimana anak-anak ini punya kesempatan belajar dan bisa punya ijazah” terangnya.
H. Khairul berharap kepada masyarakat yang di lingkungan tempat tinggalnya masih ada anak putus sekolah, agar segera di sekolahkan di SMA Terbuka ini, hal ini tentunya untuk mengurangi angka putus sekolah.
“Kami berharap semoga SMA Terbuka di SMAN 1 Sikur ini bisa menjadi solusi untuk memperkecil angka putus sekolah” tutupnya. ( Erwin, PL )
















