PorosLombok.com • LOMBOK TIMUR –
Setelah di bukanya Musabaqah Tilawatil Quran pada Kamis 30 Juli 2022, para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mulai memadati Lapangan Gotong Royong Masbagik. Berbagai produk tersedia, dari mulai baju, makanan hingga dengan wahana permainan.
Terlebih memang ajang MTQ Ke 29 ini diharapkan sebagai ajang promosi produk UMKM dan pariwisata daerah. Peluang itu terbuka luas karena banyaknya tamu yang datang. Hal itu disampaikan Sekertaris Daerah Lombok Timur HM. Juaini Taofik saat di temui awak media di ruang kerjanya, Selasa (05/07)
“Jadi melalui MTQ ini banyak yang akan kita dapat. Levelnya ‘event’ (kegiatan) ini lebih tinggi dan juga kampanye kesadaran akan kecintaan kita kepada Al-Quran dan juga upaya menghidupkan UMKM,” ucapnya.
Namun menurut sekda momen ini tak di manfaatkan dengan baik oleh para UMKM yang ada. Ia menyayangkan untuk pernak pernik MTQ sendiri tidak di jual, padahal seharusnya momen ini bisa digunakan sekaligus juga untuk mempromosikan MTQ sendiri.
“Saya sayangkan tidak adanya UMKM yang menjual pernak pernik berbau MTQ, ini menandakan masyarakat kita tidak memaksimalkan momentum,” ucapnya.
Padahal melihat fungsi dari adanya pernak pernik ini akan menjadi satu bentuk nilai yang bisa dirasakan sampai kapanpun.
“kegiatan ini hendaknya tidak hanya sekedar rutinitas tahunan belaka, yang setelah itu hilang begitu saja namun harus ada nilai – nilai yang melekat, pernak pernik itu diharapkan mampu menjadi kenang kenangan yang memiliki nilai itu,” tegasnya.
Sekda berharap kedepan, menyambut berbagai event yang telah disiapkan Pemkab Lombok Timur, masyarakat bisa memaksimalkan momentum. Satu diantaranya dengan menjual pernak pernik, minsalkan gantungan kunci, baju, dan sebagainya yang relevan dengan event yang berlangsung. (Red)
















