LOTIM – Poroslombok.com | Bupati Lombok Timur, HM. Sukiman Azmy, hadiri acara penilaian posyandu keluarga tingkat provinsi NTB 2022, posyandu keluarga sakura Dusun Tongka, Desa Tanak Kaken, Kecamatan Sakra Barat, Selasa (27/9/22).
Bupati dalam sambutannya menyampaikan, bahwa posyandu keluarga memiliki program yang terintegrasi dengan paud holistik dan bank sampah. Progran ini sangat sesuai dengan program provinsi.
Paud Holistik Integratif adalah penanganan anak usia dini secara utuh (menyeluruh) yang mencakup layanan gizi dan kesehatan, pendidikan dan pengasuhan, dan perlindungan, untuk mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak yang dilakukan secara terpadu oleh berbagai pemangku kepentingan di tingkat masyarakat dan pemerintah.
Bupati menyebut, posyandu keluarga sakura Dusun Tongka adalah posyandu yang mandiri. Dikatakannya juga bahwa sebentar lagi akan diimplementasikan posyandu terintegrasi yang melayani masyarakat.
“Mudah-mudahan posyandu kita ini memenuhi kriteria sebagai posyandu keluarga. Terimakasih, selamat datang semoga sukses,” ucap Bupati singkat.
Sementara itu dalam sambutan sekaligus perkenalan tim penilai, oleh Kepala Dinas PMD NTB Dr.H. Asy’ari, SH.,MH menyatakan, setidaknya ada dua unsur yang harus diperhatikan oleh tim penilai, yakni dasar hukum dalam bertugas dan dasar kewenangan.
Kemudian berikutnya, tambah dia, kaitannya dengan penilaian saat ini, yakni infrastruktur posyandu keluarga, yang terdiri dari empat pilar yaitu ekonomi, sosial, hukum dan tatakelola.
Selanjutnya berkaitan dengan peralatan baik timbangan dan lain-lain harus mempergunakan timbangan yang standar. Karna kualitas pelayanan timbangan sangat menentukan angka stunting kita.
“Harapan kita ada zero stunting di 2024, sesuai dengan MOU dengan Bupati, Walikota dan Pemprov terkait zero waste,” sebutnya.
“Kita membangun secara konsisten dan monev untuk terus-menerus berupaya menanggulangi kemisikinan warga desa,” imbuhnya.
Dirinya meminta, agar stakeholder di bidang kesehatan benar-benar memperhatikan peralatan yang standar supaya betul-betul pengukuran dan timbangan benar-benar valid, sehingga hasilnya mendapatkan data yang benar.
Ditekankannya pula, bahwa pendamping desa berkewajiban mendampingi dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi nya, agar betul-betul berjalan sesuai dengan target yang telah dibuat.
Ia juga menyampaikan rasa keprihatinannya terhadap angka pengguna narkoba yang masih tinggi di Lotim. Menurutnya, peran posyandu keluarga sangat penting untuk menurunkan angka pengguna narkoba, selain konsen untuk menurunkan angka stunting.
Kepala Desa Tanak Kaken pada kesempatan yang sama mengemukakan, anggaran di APBDes untuk posyandu keluarga di desa tersebut dari tahun 2020 menggelontorkan anggaran sebesar 15, 51 persen, 2021 dianggarkan 14 persen, dan tahun 2022 dianggarkan 17 persen, setara 149 juta.
Disampaikannya juga, kader yang ada di Desa Tanak Kaken, rata-rata setiap posyandu terdiri dari 8 kader. Khusus untuk kelompok posyandu keluarga memiliki binaan sebanyak 9 kelompok dasa wisma.
“Kami melayani layanan gizi dan kesehatan, bank sampah dan lain-lain,” ujarnya.
Disampaikan lebih lanjut, untuk layanan pendidikan terintegrasi dengan delapan kegiatan. Yakni PKBM, paud terpadu, kelompok bermain, taman bacaan masyarakat, kursus bahasa Inggris dan kursus komputer.
Selanjutnya untuk layanan kesejahteraan, membina koperasi simpan pinjam syariah, layanan perlindungan terkait dengan pemenuhan hak sipil masyarakat bekerjasama dengan dukcapil untuk membuat KK, akta kelahiran, KTP, BPJS dan lain-lain.
Selain itu terdapat juga layanan pengasuhan seperti Bina Keluarga Balita (BKB), ada perlindungan asuhan kepada istri dan anak PMI yang berasal dari desa tersebut.
“kami juga mendukung bank sampah. Setiap yang datang ke posyandu membawa sampah, ditukar pakai garam beryodium dan uang, yang dicatat di dalam buku tabungan bank sampah,” pungkasnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut, ketua pembina PKK Lotim Hj. Hartati Sukiman Azmy, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Dukcapil, dan Kepala Dinas Kominfo.
Sumber: Diskominfo Lotim
Editor: Anas
















