300 CPMI Lotim Teken Kontrak Kerja, Bos Perusahaan Sawit Asal Malaysia: Terimakasih Bupati Lotim

LOTIM – Poroslombok.com | Sebanyak 300 orang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) mengikuti acara temu duga sekaligus pendatanganan kontrak kerja bersama PT. Pamor Sapta Darma dan FGV Plantations SDN BHD (Malaysia) bertempat di Gedung Wanita Selong, Kamis (29/9/22).

Ketua Cabang PT. Pamor Sapta Darma, Maladi, mengatakan bahwa kegiatan tersebut adalah dalam rangka menyamakan persepsi antara CPMI dengan calon majikan yang datang langsung dari Malaysia.

Pada pertemuan tersebut, sang calon majikan menjelaskan beberapa hal terkait gambaran kerja, hak dan kewajiban CPMI, serta kondisi umum tempat tinggal para CPMI setelah sampai di negara tujuan, sebelum kemudian dilakukan tanda tangan kontrak.

“Jadi, mereka ini akan kita berangkatkan ke semenanjung Malaysia, untuk bekerja di Felda Global,” ungkap Maladi kepada awak media disela-sela acara.

Dituturkan Maladi, bahwasanya calon majikan atau lebih tepatnya General Manajer FGV Plantations dari Malaysia selain memaparkan tentang isi perjanjian kontrak kerja, juga memberikan semangat kepada CPMI untuk bekerja dengan baik selama berada di Malaysia.

Para CPMI, sambung dia, sudah disediakan tempat tinggal yang layak dengan fasilitas yang memadai, sesuai yang dipersyaratkan oleh pemerintah Republik Indonesia (RI), termasuk gaji sesuai UMR negara Malaysia.

“Gaji mereka di sana adalah 1500 Ringgit Malaysia per bulan. Kalo di rupiahkan sama dengan 5 juta rupiah, itu untuk yang kerja harian,” jelasnya.

Namun begitu, imbuh dia, para CPMI berpeluang untuk mendapatkan gaji dua kali lipat jika mereka bekerja dengan sistem borong, sebagaimana lazimnya yang dilakukan oleh para PMI asal Indonesia, khususnya asal Lombok.

Karnanya, mereka diingatkan untuk bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat agar cita-cita mereka untuk mengangkat perekonomian keluarga bisa tercapai.

Adapun mengenai biaya, beber Maladi, sudah ditanggung oleh syarikat Felda Global Ventures sebagai calon majikan. Bagi CPMI yang membayar biaya medical dan lain-lain, nantinya akan diganti oleh majikannya saat akan diberangkatkan.

“Untuk keberangkatan, jika tidak ada kendala InsyaAllah akan kita berangkatkan akhir Oktober nanti,” pungkas Maladi.

Di tempat sama, General Manajer SGV Plantations SDN BHD, Azrul Adely Mohd Termizi, mengemukakan bahwa pihaknya saat ini membutuhkan jumlah tenaga kerja yang banyak.

Hal itu, sambung dia, mengingat luas ladang kelapa sawit yang dimiliki oleh FGV Plantations mencapai 450 ribu hektar, atau menjadi yang terbesar di Malaysia, yang tersebar di hampir seluruh semenanjung Malaysia.

Saat ini, ungkap dia, jumlah PMI asal Indonesia yang bekerja di FGV Plantations berjumlah 3 ribu orang. Jumlah itu masih sedikit dibanding jumlah yang dibutuhkan, yakni sebanyak 10 ribu orang pekerja.

Senada dengan Maladi, pria asal Malaysia itu juga mengaku bahwa nantinya para PMI asal Indonesia akan menerima gaji bersih setiap bulan sebesar 1500 Ringgit Malaysia.

“Jadi mereka akan menerima gaji 1500 ringgit Malaysia, dengan durasi kerja 8 jam/hari atau 26 hari satu bulan,” ujar Azrul dengan logat melayunya.

Adapun mengenai tempat tinggal, lanjut Azrul, nantinya para PMI tersebut akan menempati rumah estate yang disubsidi oleh perusahaan, termasuk perabotan, listrik dan air bersih.

Namun, tambah dia lagi, untuk listrik masing-masing orang akan disubsidi sebesar 6 ringgit dan subsidi air 4 ringgit. Jika pemakaian dalam satu bulan melebihi ketentuan, maka PMI bersangkutan akan membayar kelebihan pemakaian.

Disinggung soal isi kontrak kerja, dia mengutarakan bahwa hal itulah yang dibahas pada acara yang dilaksanakan hari ini. Dimana pihaknya menjelaskan tentang hak dan tanggungjawab bagi seorang PMI.

“Itulah tujuan kita bertemu hari ini. Nah jika ada yang merasa tidak sesuai dengan perjanjian awal, mereka boleh menarik diri (mengundurkan diri-red). Kita persilakan,” ucapnya.

Dirinya memastikan, bahwa selama bekerja di Malaysia, para PMI akan mendapatkan hak-haknya sesuai yang tertuang dalam isi perjanjian yang telah disepakati dan ditandatangani pada hari ini.

Sementara itu, Senior General Manager FGV Plantations (Malaysia), MD. Amin Salleh, mengaku terkesan dengan pemerintah daerah kabupaten Lombok Timur, termasuk pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lotim.

“Pada kesempatan ini, saya mengucapkan ribuan terimakasih kepada bapak Bupati Lombok Timur yang telah banyak membantu dalam memudahkan proses masuknya PMI ke ladang kami,” ucap M. Amin.

Atas bantuan Bupati dan Disnakertrans Lotim itu, dirinya berulang kali mengucapkan rasa syukur dan terimakasih serta berharap bantuan dan kerja sama yang baik itu dapat berkelanjutan.

Bantuan serta hubungan yang baik dengan pemerintah Lombok Timur sangat dia harapkan akan berkesinambungan, karna diakuinya, pihaknya masih akan membutuhkan pekerja dari Lombok Timur.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Manajer Operasional PT. Pamor Sapta Darma, Tri Sukma Hariadi, dengan mengucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada Bupati Sukiman Azmy.

Diungkapkannya, bahwa Bupati adalah sosok pemimpin yang bijaksana dengan telah memberikan fasilitas gratis kepada pihaknya dalam menyelenggarakan acara temu duga dan penandatanganan kontrak CPMI hari ini.

“Terimakasih banyak bapak Bupati Sukiman Azmy atas bantuannya telah memberikan fasilitas gratis kepada kami, demikian juga kepada para petugas di Disnakertrans yang telah memberikan pelayanan yang baik kepada kami,” tutupnya.

(anas/pl)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU