PorosLombok.com, LOBAR –
Lebih dari 25 kolektor benda bersejarah hadir dalam acara “Sosialisasi Museum Tahun 2022” yang diselenggarakan di Pelataran Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lombok Gerung, Rabu (05/10)
Acara tersebut adalah rangkaian kegiatan dari Literasi Sejarah dan Pameran Keliling Museum Negeri NTB 2022 yang berlangsung sejak tanggal 3 dan berakhir esok tanggal 6 Oktober 2022. Sosialisasi Museum kali ini fokus terhadap Perawatan Benda Cagar Budaya yang peserta hadir membawa koleksi yang dimilikinya.
“Acara ini tidak hanya untuk mensosialisasikan museum, tapi juga memberikan pengetahuan singkat tentang perawatan. Saya yakin banyak masyarakat memiliki koleksi seperti keris, keramik, atau naskah kuno yang butuh perawatan. Kita menyiapkan peralatan dan obat-obatan yang secara ilmiah bisa menjadi obat buat koleksi yang ada,” terang Kepala Museum Negeri NTB, Bunyamin yang bertindak selaku narasumber.
Selain untuk merawat, dirinya bersama tim juga meminta agar masyarakat juga pro aktif menceritakan koleksinya.
“Laporkan saja koleksi yang dimiliki ke Bidang Kebudayaan Dikbud Kabupaten, nanti ada Tim yang akan menilai kesejarahannya,” imbuh Bunyamin.
Terkait dengan perawatan, Bunyamin menegaskan bahwa untuk perawatan sesungguhnya tidak bisa sembarangan.
“Bahan kimianya tidak bisa diperoleh sembarangan, tidak dijual bebas, harus berijin agar tidak disalah gunakan Kalo masyarakat membeli, harus juga menggunakan surat ijin,” terangnya.
Dalam acara ini, peserta banyak menanyakan tentang mekanisme pendataan dan penilaian sebuah benda dianggap bersejarah.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lombok Barat, H. Saepul Akhkam menanggapi positif acara tersebut.
“Masyarakat antusias karena mendapatkan pengetahuan dan teknis perawatan. Banyak masyarakat kita punya barang antik, tapi lebih banyak yang tahu perawatannya dari aspek metafisik, bukan dari aspek teknis yang ilmiah,” komentar mantan Kepala Dinas Pariwisata itu.
Acara ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lombok Barat, tokoh masyarakat dan tokoh adat Lombok Barat seperti H. Lalu Nasib AR.
(*)
















