PorosLombok.com, LOTIM –
Santri NW harus terus menanamkan dalam hati dan sanubari, rasa kecintaan kepada Pahlawan Nasional Maulanasyeikh, TGKH Muhammad Zaenuddin Abdul Madjid, karena bliau merupakan salah satu Putra Lombok sasak selaparang asli yang menjadi Kebanggaan Indonesia.
Hal tersebut diungkapkan Pimpinan Pusat, Persatuan Guru Nahdlatul Wathan (PGNW), Hj Ummi Lale Yaqutunnafis, didepan ribuan santri yang hadir pada acara Nusantara Bersalawat dalam rangka menyambut hari Pahlawan Nasional, yang berlangsung di Lapangan Ummuna Hj. Siti Raehanun Zam, Komplek Yayasan Ponpes Syeh Zainuddin, Anjani Lotim. Rabu malam (09/11)
Lale Yaqut menjelaskan Maulanasyeikh merupakan salah satu tokoh karismatik yang diberikan gelar Pahlawan Nasional, sehingga bliau bukan milik warga NW ataupun warga NTB saja, akan tetapi milik seluruh rakyat Indonesia. dan gelar ini disematkan kepadanya bukan tanpa dasar namun bisa dilihat, karya perjuangannya dalam membangun bangsa ini.
Maulana syeh merupakan salah satu pejuang pendidikan yang sangat luar biasa, kiprahnya dan semangatnya yang terus berkobar, demi membebaskan bangsa sasak dari kebodohan dan penjajahan, dan sudah terbukti nyata, banyaknya Madrasah dan Masjid -masjid yanng telah didirikannya
Dari Madrasah tersebutlah, Maulanasyeikh memompa semangat perjuangan para santri kala itu sehingga ia diberi gelar “Abul Madaris wal Masajid” yang artinya bapak Madrasah dan bapak Masjid. Maka dari itu kewajiban para santri dan jamaah NW untuk melanjutkan perjuangannya,
“Sudah selayaknya kita sebagai murid Kiyai Hamzanwadi mencintai bliau,” ucap Perempuan yang juga menjabat sebagai sekretaris Partai Gerindra NTB ini.
Dalam kesempatan itu juga Lale Yaqut, mengajak seluruh santri dan jamaah NW yang hadir terus kobarkan semangat untuk bangkit di semua bidang, dengan giroh yang sudah di tanamkan oleh Kiyai Hamzanwadi sejak dulu dan hal itu tidak boleh hilang.
Seperti yang dikutipnya dalam salah satu lagu perjuangan NW Karangan Maulana Syeikh. yang berbunyi “Hayya Gonu Nasidana” disana dituangkan bagaimana bliau mengajak para pemuda kaum sasak untuk bangkit bergerak dan jangan berpangku tangan.
Dari lagu ini tentu bisa difahami begitu dalam makna tersirat dan pesan Maulana syeikh, agar bangsa ini harus terus bangkit berjuang, agar generasi emas bangsa sasak terlepas dari kebodohan.
“Maulanasyeikh tidak pernah bilang, berhenti dulu, atau tunda dulu kepada kita, tapi bliau bilang mari-mari, mari bangkit, mari bangun,” jelasnya.
Lebih jauh ummi lale mengatakan bahwa Almagfurlahu Maulana Syeikh salah satu ulama yang sangat cinta kepada bangsa ini, maka dari itu, bliau mendirikan Organisasi Yang diberi nama Nahdlatul Wathan (NW), dan secara umum bisa diartikan dengan pergerakan, kebangkitan tanah air.
Maka dirinya berharap, agar para santri, para pemuda, dan seluruh generasi Hamzanwadi untuk terus berbuat memberikan sumbangsih dengan karya-karya yang bermanfaat bagi bangsa ini, baik bergerak dalam bidang pendidikan, sosial, dan yang paling penting jangan pernah meninggalkan majelis taklim.
“Jadi NW itu harus bergerak, tidak boleh mundur, apapun rintangan harus dihadapi,”pungkasnya.
(Arul/ Poroslombok)
















