Tiga Desa di Kecamatan Sikur Rawan Banjir, Namun Sampai Saat ini Belum Ditemukan Kasus DBD

PorosLombok.com, LOTIM –

Intensitas hujan yang tinggi membuat tiga desa di kecamatan sikur berstatus waspada banjir, himbauan tersebut dikeluarkan oleh kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur beberapa waktu yang lalu.

Adapun desa yang dihimbau untuk terus waspada banjir dan tanah longsor yakni, desa Tetebatu selatan, Kotaraja dan desa Loyok.

Foto : Kepala Puskesmas Kotaraja Lalu Muh Yunus SKM (dok:ist)

Kepala Puskesmas Kotaraja Lalu Muhammad Yunus, SKM, mengatakan bahwa saat ini pihaknya terus melakukan upaya-upaya pencegahan untuk mengantisipasi wabah Demam berdarah Dengue (DBD), khususnya untuk tiga desa tersebut, dengan melakukan tindakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan melakukan langkah edukasi kepada masyarakat.

“dan terakhir nanti jika ada kasus berturut-turut baru nanti kita adakan poging,” Kata lalu Muhammad Yunus kepada Poroslombok, Jumat (18/11).

Pria yang akrab dipanggil Mik Unus ini menegaskan, sampai saat ini tidak ditemukan kasus DBD di tiga desa yang rawan banjir, hal tersebut berdasarkan laporan yang masuk dari petugas surveilans yang turun langsung setiap hari ke lapangan.

“Insyaalllah kita masih aman dari DBD, dan semoga tidak ada yang terjangkit,” tandasnya.

Namun walaupun demikian sambungnya, ia menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan melakukan upaya-upaya pencegahan, degan tetap menerapkan 3M yakni, (1) Menguras tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain. (2) Menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya.(3) Memanfaatkan kembali, atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular Demam Berdarah.

Tak hanya 3M Kata dia, adapun langkah terakhir juga dengan menerapkan 3M Plus Yaitu, (1) Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan (2) Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk (3) Menggunakan kelambu saat tidur (4) Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk (5) Menanam tanaman pengusir nyamuk (6) Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah (7) Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

“Kalau semua ini sudah kita lakukan insyaalllah kita akan terhindar dari DBD,” terangnya.

Untuk saat ini kata dia, tidak ada desa di wilayah kerja Puskesmas Kotaraja yang rawan DBD, namun masyarakat tidak boleh lengah dan tetap menjaga kesehatan, jika ada gejala demam yang dirasakan, untuk segera memeriksakan kesehatannya ke fasilitas kesehatan.

“Jadi kita sarankan kepada masyarakat jika mengalami demam yang tidak turun-turun, agar langsung memeriksakan diri ke Puskesmas, takutnya itu gejala DBD,” pungkasnya.

(Arul/ Poroslombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU