Hasil Kerja FKDM Dipertanyakan Ketua Praksi Demokrat Lotim ?

PorosLombok.com, LOTIM –

Ketua Praksi Partai Demokrat Lombok Timur (Lotim) Amrul Jihadi yang juga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) pertanyakan hasil kerja Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) selama ini. Karena Menurutnya anggaran yang digelontorkan setiap tahunnya tidak main-main bahkan menyampai angka 120 Juta untuk honor anggota FKDM

“FKDM ini kan merupakan intel Pemda Lotim, tentu harus kita ketahui sistem perekrutan mereka, jangan kita membeli kucing dalam karung,” katanya, Minggu (15/01).

Karena seharusnya ada Output dari hasil kerja FKDM sesuai dengan salah satu tugasnya yakni memberikan laporan informasi dan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan Tim Kewaspadaan Dini Pemerintah Daerah.

“Jadi kita harus tau sejauh ini bagaimana hasil kerja para anggota FKDM Ini, apakah meraka sudah bekerja sesuai dengan tugas yang di emban,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut Kepala Kesbangpoldagri Lotim Mustafa, menyampaikan bahwa dirinya belum mengkroscek laporan yang masuk, namun selama ini ia menilai kinerja anggota FKDM di masing-masing kecamatan sudah cukup bagus.

“Ya silahkan saja dipertanyakan, karena saya baru masuk di sini jadi saya harus koordinasi dulu sama mereka dan memeriksa laporan-laporannya,” jelasnya.

Terkait laporan para anggota FKDM, lanjutnya, seperti tugasnya bahwa FKDM harus segera melaporkan segala bentuk ancaman yang akan terjadi terutama yang berpotensi mengancam kondusifitas di tengah masyarakat.

“Karena kita tidak perlu fisiknya, kecepatan memberikan laporan yang penting, dan saya lihat di grop laporan tetap masuk,” terangnya.

Namun dirinya akan segera melakukan evaluasi kedepannya, namun jika ada yang kurang atau belum maksimal maka akan dilakukan pembenahan sehingga kinerja FKDM Ini semakin bagus sesuai tupoksinya.

“Nanti kita adakan evaluasi mana yang aktif mana yang tidak, tentu itu butuh proses yang jelas FKDM ini sangat berguna,” jelasnya

Selama ini anggota FKDM di Lotim semua melaksanakan tupoksinya dan selalu pro aktif, karena dibeberapa kejadian konflik laporan selalu masuk, sehingga Kesbangpol langsung turun ke lapangan.

“seperti waktu kejadian di Paok Gading Timur, kemudian di Ketangga,Suela, Aik mel, jerowaru dan desa yang lainya,” pungkasnya.

(Arul/Poroslombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU