H. Zainal: Potensi Kaum Milenial Harus Berkontribusi Bagi Kemajuan Bangsa dan Daerah

LOTIM – Poroslombok.com | Tak dapat dipungkiri, bahwa kaum milenial adalah tonggak harapan masa depan bangsa. Di pundak mereka disandarkan harapan yang lebih cemerlang.

Kaum milenial memiliki pemikiran terbuka terhadap perkembangan teknologi, memiliki kreativitas serta produktivitas sesuai usianya yang masih fress.

Namun sangat disayangkan, tidak sedikit dari mereka khususnya yang ada di Lombok Timur, justru tidak bisa mengembangkan potensi sumber daya yang mereka miliki di negerinya sendiri.

Alasannya, tak lain karna keterbatasan lapangan kerja. Hal itu diutarakan bakal calon Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Lombok Timur H. Zainal Abidin, S.Pdi.,MM di Selong, Senin (6/2/23).

“Sejauh penglihatan dan pengamatan saya yang penuh keterbatasan, kaum milenial khususnya di Lombok Timur ini, segala kemampuan dan sumber daya yang dimiliki, justru tidak terakomodir,” ujarnya.

Mirisnya lagi, sambung dia, justru produktivitas kaum milenial ini, dimanfaatkan oleh negara-negara yang kekurangan tenaga kerja melalui skema pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri.

Meski mendatangkan keuntungan dari sisi pendapatan devisa, tetapi tidak jarang membawa persoalan baru baik kepada daerah dan keluarga.

Persoalan bisa muncul di tempat kerja, ataupun dipulangkan dalam kondisi sudah menjadi mayat, yang tentu tidak pernah diharapkan terjadi oleh siapapun.

Sekali lagi, kaum milenial ini justru melirik dunia luar yang belum tentu dikenal. Tetapi suka tidak suka, mau tidak mau, pilihan meninggalkan kampung halaman dan jauh dari keluarga terpaksa harus mereka tempuh.

Padahal, usia produktif mereka jika diakomodir dengan baik, maka tentu akan jauh lebih bermanfaat bagi kemajuan bangsa ini.

Seyogyanya, SDM yang ada harus mendatangkan kebermanfaatan bagi bumi pertiwi tempat mereka dilahirkan, bukan sebaliknya justru dimanfaatkan oleh negara lain.

Namun memang, karena sulitnya peluang dan bentuk perhatian secara khusus baik oleh pemerintah dan keterwakilannya, menjadikan kaum milenial ini tidak dapat berkreasi di negeri sendiri.

“Berangkat dari pemikiran ini, saya H. Zainal Abidin (HAZA) dengan tulus dan ikhlas menyatakan siap! akan mengakomodir kaum milenial yang menjadi tonggak dan tumpuan harapan bangsa dan negera,” ikrarnya.

Tuntutan sistem di negara kita, lanjut dia lagi, untuk bisa bersuara kepada pemerintah, ternyata harus paling tidak menjadi wakil bagi kaum milenial, yakni anggota DPRD Lombok Timur.

Untuk mewujudkan itu, dirinya bertekad berikhtiar mencalonkan dari dari Partai Golkar untuk Daerah Pemilihan (Dapil) 1. Jika terpilih, dirinya akan akan memperjuangkan beberapa hal bagi kaum milenila yang menjadi keharusan, yaitu:

1. Diberikan ruang dan tempat untuk mengekspresikan sumber daya dan pemikirannya yang produktif.
2. Kesempatan yang tidak terbatas untuk menunjukkan peran dan andilnya sebagai pemimpin masa depan
3. Pemikiran dan sumber daya Kaum milenial, perlu arahan dan metode yang didukung oleh daerah dan negara dengan segala kemampuan yang dimiliki.
4. Diberikan jaminan hidup dan penghidupan oleh daerah dan negara.
5. Perlu pengarahan sumber daya dan pemikiran ke arah yang positif, yang tentunya didukung oleh segala kemampuan yang dimiliki oleh derah dan negara.
6. Memiliki penghasilan tetap dengan produktivitas dan sumber daya yang dimiliki.

(PL-anas)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU