LOTIM – PorosLombok.com | Untuk meminimalisir resiko penyimpangan pada proses pengadaan barang/jasa yang dikhawatirkan dapat memicu terjadinya tindak pidana korupsi, maka Inspektorat Lombok Timur melakukan probity audit terhadap pelaksanaan kegiatan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur.
Bahkan, untuk pertama kalinya probity ataupun pendampingan dilakukan sejak dari perencanaan.
Hal itu dilakukan untuk menyatukan persepsi antara Inspektorat selaku Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dengan pengguna anggaran tentang kewajaran harga, volume, maupun gambar. Barulah kemudian diserahkan ke Pengelola Teknis Proyek (PTP) di PUPR.
Hal itu disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lombok Timur, Edi Nurharianto, yang dikonfirmasi poroslombok.com di Selong, Jum’at (10/3/23).
“Saat ini berkas administrasi kita sudah di PUPR. Nantinya tim PTP akan menentukan mana saja yang harus disegerakan,” katanya.
Diutarakan oleh Edi, proses probity setidaknya menyita waktu selama satu minggu, tentu mengakibatkan molornya proses yang lebih lanjut. Sebab, terdapat beberapa perubahan yang harus dilakukan semisal harga satuan yang harus disesuaikan antara harga sebelumnya dengan harga saat ini.
Meski agak sedikit memakan waktu, namun semua pihak merasa puas dengan hasil yang didapatkan.
Lanjut Edi, berdasarkan schedule yang telah dibuat, ia memastikan semua berkas administrasi untuk paket penunjukan langsung (PL) yang saat ini sudah berada di Dinas PUPR, bisa dirampung minggu depan.
Jika tidak ada kendala, ia memastikan bisa berkontrak untuk paket PL pada tanggal 20 Maret dan bisa memulai pekerjaan pada 22-23 Maret mendatang. Sedangkan untuk paket tender, sesuai time schedule, seluruhnya akan rampung pada medio bulan April.
Adapun total anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk dua bidang (Bidang SMP dan PAUD) yang dikelola oleh Edi pada tahun 2023 ini adalah sebesar Rp. 39 miliar, untuk pembangunan sarana dan prasarana sekolah.
Jumlah tersebut terdiri dari paket tender sebesar Rp. 34.545.100.000, paket PL sebesar Rp. 1.699.140.000, kemudian untuk TIK e-katalog sebesar Rp. 875.000.000, dan untuk paket PL pengadaan sebesar Rp. 1.222.000.000.
Diuraikan lebih lanjut, untuk jenis pekerjaan dengan metode lelang/tender tersebar ke 81 titik di seluruh Lombok Timur. Sedangkan untuk paket penunjukan langsung terbagi di 12 titik dan untuk TIK tersebar ke 77 titik, untuk sekolah SMP dan PAUD.
“Untuk yang tender ini kebanyakan untuk pembangunan ruang kelas baru dan rehab sedang. Tapi baik yang pembangunan ruang kelas baru untuk SMP maupun yang rehab, lengkap dia beserta perabotnya,” pungkasnya.
(PL-anas)















