Ramadan Tahun ini, Kelapa Muda Masih Tetap Menjadi Favorit

LOTENG – PorosLombok.com –

Memasuki hari ke dua di bulan Ramadhan 1444 hijriah, beragam makanan dan minuman telah menghiasi menu berbuka hingga sahur masyarakat. Tak ketinggalan, es kelapa muda rupanya selalu menjadi pilihan dari tahun ke tahun selama bulan Ramadhan.

Tak kenal cuaca, baik panas maupun hujan, minuman ini, selalu menjadi buruan masyarakat untuk melengkapi menu berbuka puasa mereka.

Kepada PorosLombok.com, H Rahman, salah seorang pedagang kelapa muda mengaku tetap melayani pembeli walaupun hujan sekalipun.

“Walaupun hujan 2 hari ini, pasti ada saja yang membeli kelapa muda jualan saya,” ucapnya, Jumat (24/03).

Dikatakannya, memang es kelapa muda memiliki penikmatnya sendiri, hingga dimanapun akan mudah ditemukan, mulai dari restoran hingga pedagang kaki lima, apalagi selama bulan Ramadhan ini, es kelapa muda senantiasa menjadi buruan.

“Menjelang berbuka pasti banyak yang mencari kelapa muda, baik diminum langsung, ataupun dijadikan es campur,” tuturnya.

Untuk pedagang seperti dirinya tidak akan rugi menjual kelapa muda, mengingat ketahanannya yang bisa bertahan berhari-hari hingga berbulan bulan, sehingga dalam sehari, Rahman mengaku bisa menghabiskan puluhan buah kelapa Muda selama 2 hari bulan Ramadhan.

“Setiap hari pasti ada saja, bisa sampai puluhan yang terjual, tergantung cuaca juga, jika normal tidak hujan seperti sekarang mungkin lebih,” ungkapnya.

Kelapa yang dijualnyapun diakuinya lebih murah dari kebanyakan pedagang, jika dilain tempat harga kelapa dikisaran Rp.10 ribu, ia menjualnya dengan harga Rp.8 ribu per buah, untuk kualitasnya pun menjadi prioritas jualannya.

“Kita jamin semuanya muda nggak ada yang tua, pembeli juga bisa langsung membuka kelapanya disini,” terangnya.

Rahman mengungkapkan, setiap hari paling tidak ia akan mengambil 100 biji kelapa dari distributor yang langsung dari petani.

Terpisah, Ulinda salah satu pembeli mengaku es kelapa memang menjadi minuman andalannya untuk berbuka. Bahkan, gadis asal Retot, Desa Pajangan itu sengaja membeli kelapa langsung 5 biji,

“Selepas menahan dahaga selama berhari-hari, manis alami air kelapa seolah menghilangkan dahaga puasa dan untuk pelengkap menu keluarga berbuka,” tutupnya.

(Yami Ulandari/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU