Camat Sakra Timur dan Kepala Puskesmas Lepak Berkolaborasi Atasi Persoalan Stunting

LOTIM – PorosLombok.com | Masalah gizi dan stunting masih menjadi persoalan krusial di Indonesia, termasuk di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Berbagai upaya terus dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.

Seperti diketahui, Pemprov NTB telah mengerahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada untuk mengintervensi persoalan stunting tersebut.

Salah satu OPD yang ikut andil adalah Dinas Ketahanan Pangan, yang mengambil wilayah binaan di Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur.

Baru-baru ini, Dinas Ketahanan Pangan telah melaunching pos penanganan stunting di Sakra Timur dengan melibat Pemerintah Kecamatan serta bersinergi dengan Puskesmas setempat, yakni Puskesmas Lepak.

Camat Sakra Timur, Kepala PKM Lepak didampingi kader memberikan bantuan telur kepada salah satu keluarga bayi stunting

Kepala Puskesmas Lepak, Lalu Samsul BY, mengatakan komitmennya dalam memfasilitasi kebutuhan tim stunting di Sakra Timur dalam hal sumber daya tenaga kesehatan (Nakes).

“Jadi minggu lalu kita sudah melaunching pos penanganan stunting dalam rangka mendukung program bapak asuh stunting,” kata Lalu Samsul, usai acara pemberian bantuan bantuan telur di Aula kantor Camat Sara Timur, Rabu (17/5).

“Program ini dilaksanakan guna meningkatkan gizi anak-anak yang mempunyai masalah tumbuh kembang, atau stunting,” imbuhnya.

Dia menyebut, terdapat 4 desa di wilayah kecamatan Sakra Timur yang jumlah stuntingnya cukup tinggi, yaitu Desa Gelanggang, Lepak, Menceh dan Desa Lenting.

Dari empat desa tersebut teridentifikasi sebanyak 35 balita mengalami stunting. Sebagai petugas pelaksana lapangan, pihaknya akan melakukan intervensi selama 12 minggu melalui program wajib konsumsi telur selama 12 minggu.

“Anak-anak penderita stunting ini diharuskan mengkonsumsi 2 butir telur setiap hari,” ucapnya.

Dia menjelaskan, telur selain mudah didapat dan diolah serta harganya yang ekonomis, telur juga memiliki kandungan protein dan kalsium yang tinggi.

Selain memberikan bantuan telur, melalui program tersebut pihaknya juga memberikan edukasi tentang cara pengolahan telur agar supaya tidak monoton dalam penyajiannya, sehingga anak-anak tidak menjadi bosan.

“Selain itu, kita juga memberikan edukasi terkait makanan pendamping telur ini. Seperti susu, vitamin dan lain-lain untuk melengkapi gizi pada anak,” terangnya.

Adapun penyebab stuntung, urai dia, adalah karena sang ibu tidak memiliki akses terhadap makanan sehat dan bergizi seperti makanan berprotein tinggi, sehingga menyebabkan buah hatinya turut kekurangan nutrisi.

Selain itu, rendahnya asupan vitamin dan mineral yang dikonsumsi ibu juga bisa ikut memengaruhi kondisi malnutrisi janin. Tak dipungkiri, pernikahan usia dini juga menjadi penyumbang terjadinya angka stunting.

“Tapi Alhamdulillah, kecamatan Sakra Timur menjadi terendah kedua angka stuntingnya di Lombok Timur,” pungkasnya.

Di tempat sama, camat Sakra Timur Muhsan, SP mengatakan bahwa penanganan stunting di wilayah binaannya melibatkan berbagai unsur seperti posyandu, Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dibawah naungan dinas P3AKB Lotim.

“KPM ini dibentuk oleh masing-masing desa, yang bertugas menangani stunting, gizi buruk, dan semua masalah kesehatan. Dia ini keliling ke semua dusun dan diberikan HP untuk mengupdate data setiap saat,” ungkapnya.

“Kalo tim pendamping keluarga itu dibentuk oleh dinas P3AKB Kabupaten. Setiap tim itu terdiri dari unaur Nakes, PKK dan dari kader desa,” imbuhnya.

Selain dari unsur pemerintah, pemerintah kecamatan (Pemcam) Sakra Timur juga melibatkan pihak ketiga dalam penanganan stunting, yakni PT Carun Pokpan, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang penetasan telur.

“Secara berkala, melalui CSR-nya kami selalu diberikan sebanyak 10 ribu sampai 25 ribu butir telur. Nah telur ini kita distribusikan kepada anak-anak stunting, gizi buruk, bahkan sampai anak-anak tingkat sekolah dasar juga kita berikan,” katanya.

Berkat kerja keras semua pihak, kata dia, kecamatan Sakra Timur pada tahun 2022 lalu mendapatkan penghargaan “predikat terbaik” dalam penanganan stunting.

(PL/anas)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU