LOTIM – PorosLombok.com | Pemerintah Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji kembali menggelar perhelatan turnamen bulutangkis 2023 kategori anak-anak se-Lombok Timur, bertajuk “Kades Cup 3”.
Turnamen yang dihelat di Gedung Serba Guna kantor desa Labuhan Haji itu diikuti oleh 127 peserta dari berbagai pengurus bulutangkis (PB) yang ada di kabupaten Lombok Timur.
Menurut ketua panitia turnamen badminton Kades Cup 3 Lalu Samsul BY mengatakan, turnamen yang diprakarsai oleh Pemdes Labuhan Haji itu akan digelar selama 10 hari, yakni 16-25 Juli 2023.
“Turnamen ini diselenggarakan oleh Pemdes setiap tahun. Dan fokus kita adalah anak-anak usia dini,” kata Samsul BY yang ditemui poroslombok.com usai acara pembukaan, Minggu (16/7/23).

Ia menjelaskan, peserta turnamen kali ini terdiri 4 (empat) kelompok umur. Yakni kelompok usia pra dini kelahiran 2015, usia dini kelahiran 2013, kelompok anak kelahiran 2011, dan pemula kelahiran 2009.
Menurutnya, antusias peserta yang ingin mengikuti turnamen tersebut cukup tinggi.
Namun dengan mempertimbangkan venue yang tidak dapat menampung jumlah penonton yang banyak, maka pihak panitia hanya mengakomodir peserta dari kelompok anak laki-laki saja.
Sesuai schedule, pada babak penyisihan akan dilangsungkan sebanyak 16 pertandingan/ 32 perserta, yang dimulai pukul 9.00 pagi sampai pukul 17.30 wita.
Dia mengungkapkan, para pemenang nantinya akan mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan, juga akan mendapatkan medali dan piagam penghargaan dari PBSI Lombok Timur.
Dengan adanya turnamen yang diselenggarakan oleh Pemdes Labuhan Haji, diharapkan akan diikuti oleh PB-PB lain yang ada di Lombok Timur, mengingat baru PB Labuhan Haji yang menggelar turnamen.
Selain itu, gelaran turnamen juga diharapkan mampu mencetak atlet bulutangkis berprestasi, serta meningkatkan pengalaman bertanding bagi anak-anak agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
“Dengan adanya event seperti ini, maka pelatih/ offisial bisa mengevaluasi anak didiknya. Anak-anak ini kan kalo dia kalah nangis. Nah sepulang dari sini dia akan berlatih lebih giat lagi,” tutupnya.
Di tempat sama, Kepala Desa Labuhan Haji Pahminuddin mengutarakan, bahwa event turnamen badminton tahun ini merupakan yang ketiga kalinya digelar.
Sebelumnya, Pemdes sudah melaksanakan event serupa sejak tahun 2020, silam. Bahkan, Pemdes Labuhan haji juga telah menggelar turnamen sepak bola dan tenis meja.
“Untuk sepak bola, tahun ini adalah yang keempat. Sedangkan untuk tenis meja, tahun ini adalah yang kedua tetapi diikuti oleh peserta se-NTB,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, tutur dia, Labuhan Haji merupakan kawasan pariwisata, sehingga tantangan untuk generasi muda akan lebih besar pula.
Karenanya, kesiapan mental generasi muda dalam menyongsong masa depan yang lebih baik di era mereka nanti, perlu disiapkan sejak dini. Salah satunya adalah dengan mengadakan berbagai event olah raga.
“Kita tidak tahu untuk sepuluh tahun kedepan itu seperti apa, jadi kita siapkan mental anak-anak kita untuk menghadapai tantangan di Labuhan Haji. Sehingga kita alokasikan dari Dana Desa untuk membangun mental anak-anak kita,” ujarnya.
Disamping itu, dengan menggelar turnamen badminton, diharapkan juga akan mampu mengangkat prestasi anak-anak Labuhan Haji khususnya, dan Lombok Timur pada umumnya.
Ia menuturkan, pada tahun 2022 lalu pihaknya mengirimkan beberapa atlet bulutangkis asal Labuhan Haji untuk mengikuti seleksi di PB Djarum. Meski ada yang mampu sampai tahap tiga, namun sayangnya belum ada yang lolos seleksi.
Kendati begitu, pihaknya terus berpacu dan termotivasi membina anak-anak untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi mereka. Sehingga kedepan ada atlet dari daerah ini yang mampu berbicara di tingkat nasional.
Dikatakannya pula, dalam penyelenggaraan turnamen badminton pihaknya memberlakukan aturan yang ketat, dimana peserta yang boleh mengikuti turnamen adalah mereka yang terdaftar di PB PBSI Lombok Timur.
“Jadi kita profesional. Supaya lebih terarah maka yang boleh ikut adalah PB-PB yang sudah terdaftar di PBSI,” tandasnya.
“Dan setiap kali turnamen, kita lakukan evaluasi, seperti apa hasilnya. Hasil evaluasi kita akan menentukan langkah kedepan. Jika memungkinkan, kenapa tidak kita laksanakan turnamen tingkat provinsi, gitu,” demikian Pahminuddin.
(PL/anas)















