Emak-Emak “Ngulat” Warnai Kemeriahan HUT RI Ke-78 di Desa Pajangan Lombok Tengah

 

LOMBOK TENGAH – PorosLombok.com | Ragam cara masyarakat di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam menyemarakkan HUT RI ke-78 tahun 2023 ini.

Hal-hal unik disuguhkan, seperti yang dilakukan masyarakat di Desa Pajangan, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, mereka ikut serta dalam karnaval dengan tema unik sambil melakukan kegiatan “Ngulat”

“Ngulat” sendiri sebutan masyarakat sasak bagi para masyarakat yang didominasi kaum ibu-ibu membuat satu anyaman dari bahan dasar rotan.

Puluhan peserta karnaval yang berasal dari dusun pajangan tersebut berjalan sekitar 5 kilo meter dari start awal Kantor Desa Pajangan, Lombok Tengah menuju ke pusat finish di SMPN 6 Kopang.

Ibu-ibu tersebut bersemangat, sembari berjalan sembari mereka melakukan kegiatan “Ngulat” tersebut.

Ketua Karang Taruna Desa Pajangan, Adriyadi mengatakan, memang ajang HUT RI ke-78 ini bukan hanya sebagai semarak semata namun juga upaya memamerkan potensi yang ada di desa.

Disebutnya, kelompok ibu-ibu yang ikut serta sambil “Ngulat” juga bagian dari promosi, mengingat memang mayoritas masyarakat yang ada di Desa Pajangan adalah pengerajin anyaman yang berbahan dasar rotan tersebut.

“Karena memang, jika berbicara kegiatan di masyarakat, banyak Ibu Rumah Tangga (IRT) yang ada di Desa Pajangan menghabiskan hari dengan melakukan kegiatan ngulat itu,” katanya.

Ditempat yang sama, Sekertaris Desa (Sekdes) Desa Pajangan, Habit Adianto mengatakan, memang saat ini dalam penyusunan profile desa kita masukkan potensi masyarakat yang mayoritas merupakan pengerajin anyaman rotan tersebut.

“Salah satu potensi itu yakni adalah banyaknya masyarakat yang menjadi pengerajin anyaman rotan,” sebutnya.

Dikatakannya, dari data yang ada di Desa Pajangan, dari 3,5 ribu penduduk sebanyak 1,5 merupakan ibu-ibu atau emak-emak.

“Dari 1,5 ribu tersebut, 60 persen berkegiatan membuat kerajinan rotan itu,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskannya, membuat kerajinan rotan dilakukan mayoritas ibu-ibu sebagai kegiatan sampingan yang diisi pada saat waktu senggangnya, namun hal itu bisa menjadi potensi untuk membantu meningkatkan ekonomi kerakyatan tersebut.

Selain itu, dijelaskannya pula, banyak potensi yang dimiliki Desa Pajangan, baik itu disektor pertanian dan disektor peternakan, hingga potensi wisata.

“Kerajinan rotan ini bisa masuk dalam potensi wisata kita, mengingat banyaknya dan ada masyarakat yang sukses menjalankan usaha kerajinan ini, bahkan masyarakat kita yang menjalankan bisnis anyaman rotan ada yang tembus hingga pasar luar negeri,” tuturnya.

Dia berharap kegiatan serupa akan lebih sering lagi diadakan, selain sebagai ajang semarak juga sebagai ajang promosi desa.

“Kalau desa Sukarara ada seribu penenun, di Desa Pajangan kita punya seribu pengulat,” demikian Habit Adianto.

(Yami Ulandari/PL)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU