Kisruh BPNT Terus Berlanjut, di Keruak Agen dan Manajemen CV.BERKAH JUMAT Saling Tuding

LOTIM, POROSLOMBOK -Penyaluran program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang dianggap tidak sesuai dengan pedoman umum (Pedum) memantik kritikan dari berbagai pihak.

Kini kritik pedas itu semakin lantang dan massif disuarakan. Mulai dari para KPM,anggota dewan,bahkan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mulai mengatensi serius kasus BPNT yang kian meruncing.

Bahkan salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat yakni, LSM Gumi Paer Lombok, mengancam akan melaporkan beberapa temuannya ke Aparat Penegak Hukum (APH).

Terbaru, Beredar sepucuk surat undangan dan menjadi viral di media sosial, seperti facebook dan dibeberapa grup WA. Hal tersebut telah menambah daftar panjang kekisruhan BPNT di Lombok Timur.

Surat undangan yang ditandatangani oleh manajemen UD.Berkah Jumat tersebut ditujukan kepada, TKSK Kec.Keruak,Korcam PKH Kec.Keruak,Koordinator Agen, dan semua Agen penyalur BSP Se-Kecamatan Keruak.

Namun, rapat yang dijadwalkan pada hari selasa,tanggal 27 oktober 2020 tersebut batal terlaksana. Pasalnya, dari sekian banyak yang di undang hanya 4 orang saja yang bisa hadir.

4 orang yang hadir tersebut diantaranya adalah, 3 orang agen yakni,Mahyun,Nita,istri dari ustad amir, dan Lalu Amir Hamzah selaku perwakilan PKH yang dikenal dengan nama Ustad Amir.

Koordinator Agen Kecamatan Keruak, Haeruman, saat dikonfirmasi melalui telepon pada kamis (29/10/20) membenarkan adanya undangan rapat tersebut yang ia sendiri tak dapat hadir pada acara rapat tersebut.

Haeruman menyebut, Alasan dirinya tidak menghadiri rapat tersebut karna undangan yang terlalu mendadak, sehingga dirinya bersama agen yang lain menjadi bingung dikarenakan tidak pernah ada komunikasi sebelumnya dengan para agen.

“Ini kan terlalu mendesak acaranya dan terlalu mendadak. Hari ini mengundang, hari ini acaranya, sehingga kan teman-teman agen jadi bingung,”ujarnya.

Ia menambahkan, selain karna waktu yang terlalu mendadak, ia dan agen yang lain juga belum pernah mengenal CV maupun manajemen yang mengundang, sehingga ia bersama agen yang lain tak dapat menghadiri undangan tersebut.

Akibat dari ketidakhadiran para agen tersebut muncullah kalimat dengan nada ancaman dari ustad amir dengan mencatut nama Andi Budiman sebagai anak dari saudaranya wakil bupati (Wabup) sebagai pemberi perintah.

“Kan yang tertera dalam surat undangan itu nama manajemennya Andi Budiman (anak saudaranya wabup), sedangkan kita tidak pernah mengenal orangnya dan tidak pernah mengenal CV nya, kan sulit jadinya kita ngambil kesimpulan,”tandasnya.

Ditanya tentang kemungkinan tujuan dari undangan tersebut untuk mengajak mereka berPKS, ia mencoba menjelaskan, bahwa dirinya belum menerima informasi akan adanya pembaruan PKS.

Meskipun, sambung dia, setiap beberapa bulan sekali ada pembaruan PKS. Namun demikian, masih kata dia, kerjasama dengan supplier sebelumnya dapat diperpanjang jika terjalin kenyamanan antara pihak supplier dengan agen.

“Intinya tergantung kenyamanan agen dengan supplier. Selama tidak ada tekanan dan tidak ada paksaan dari supplier, maka bisa berlanjut,”akunya.

Disinggung tingkat kenyamanannya dengan supplier penyuplai barang saat ini, ia mengakui, bahwa sejauh ini tidak ada tekanan serta barang-barangnyapun tidak ada yang bermasalah.

“Selama ini sih barangnya baik-baik saja. Tapi tidak tau dengan agen yang lain, jadi saya tidak bisa mengambil kesimpulan sendiri,”tutupnya.

Sementara itu, Mahyun, salah satu agen yang menghadiri undangan tersebut menceritakan bahwa, dirinya sempat ditekan untuk membubuhkan tandatangan, akan tetapi ia menolak dengan alasan blm ada kesepakatan dengan koordinator agen.

“Tanda tangan sudah pak mahyun dia bilang! Tapi saya tidak mau tandatangan sebelum ada kesepakatan dengan teman-teman agen saya bilang, dan akhirnya cuma nita yang tanda tangan,”tuturnya.

Terpisah, Korcam PKH Lalu Amir Hamzah saat dimintai keterangannya via pesan WhatsApp terkait adanya percakapan dirinya dengan para agen yang tersebar luas melalui pesan whatsapp, dimana dalam percakapan tersebut ustad amir menyebut nama Andi Budiman (Anak saudaranya pak wabup) sekaligus manajemen asosiasi, terkait itu ia menjawab singkat.

“Mohon maaf karna koordintor agen bilang undangan ndak jelas maka saya jelaskan siapa yang undang itu aja, saya sifatnya diminta tolong sampaikan undangan seperti orang roah/begawe. tolong sampaikan undangan ini ke a,b,c,d dan seterusnya. dan persoalan selanjutnya ndak tau menau saya,”jawab dia.

Sedangkan saat ditanya, apakah istrinya juga menjadi agen BRIlink? Sampai berita ini diturunkan Ustad Amir tidak bersedia menjawab.

Seraya mengirimkan nomor kontaknya Andi Budiman, ia kemudian memberi arahan untuk menanyakan langsung ke nomor tersebut.

Dan benar saja, saat dimintai penjelasannya juga melalui pesan WhatsApp, Andi Budiman menjelaskan panjang lebar, namun dengan mempertimbangkan kode etik maka penulis hanya mengutif sebagiannya saja. Berikut kutipannya:

“Saya mengundang agen Keruak untuk diperkenalkan dengan calon Supplier lokal. Etikanya memang seperti itu, tidak boleh diam-diam. Tapi sampai waktu yang dijadwalkan, hanya 4 agen yang memenuhi undangan. Setelah di konfirmasi, ternyata agen-agen yang lain di ancam kordinator agen agar tidak hadir di acara dimaksud. Alasannya gak jelas sampai malam ini. Tapi gak masalah, karena itu hak mereka. Mungkin karena itu ustad Amir berkata seperti itu. Dari Pendamping PKH dan TKSK di undang juga agar tidak terjadi kecurigaan berlebihan sebenarnya. Tapi hanya dari pihak pendamping PKH yang hadir, sementara TKSK juga ikut melarang agen lain, juga tanpa alasan yang jelas,”papar andi budiman.(ns)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU