LOTIM – PorosLombok.com | Bergelut di dunia politik bukan hal yang mudah bagi semua orang. Namun hal itu tak menyurutkan tekad politisi muda dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lombok Timur, Dedy Akwarizal Pebrianto, untuk menapaki jalan yang penuh dinamika itu.
Tidak tanggung-tanggung pria asal Terara yang akrab dipanggil “Dedy Botak” di dunia perpolitikan Lombok Timur itu bahkan rela mundur dari profesinya sebagai seorang perawat pelaksana di salah satu puskesmas di wilayah Dapilnya, yakni Dapil tiga.
“Saya sudah memutuskan terjun ke dunia politik. Tentu saya tidak mau setengah-setengah tetapi harus totalitas. Makanya saya berhenti dari pekerjaan saya jadi perawat,” kata Dedy saat ditemui poroslombok.com di rumah kediamannya, Rabu (8/11/2023).
Namun diakuinya, hal tersebut dilakukan setelah melalui pertimbangan matang dan panjang. Alasan politisi muda tersebut pindah haluan ke dunia politik cukup simple, dirinya ingin berbuat kebaikan lebih banyak lagi untuk masyarakat dapil tiga.
“Jika saya bertahan di profesi saya sebagai perawat, tentu hanya soal kesehatan saja yang saya bisa bantu kepada masyarakat,” imbuhnya.
Sejauh pantauan media ini, pria berusia 37 tahun ini memang dikenal sebagai sosok yang memiliki jiwa sosial yang cukup tinggi, lantaran kerap kali membantu masyarakat yang membutuhkan.
Kesehariannya, Dedy mendedikasikan dirinya pada kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan, baik itu di bidang kesehatan, sosial ekonomi, pendidikan dan yang lainnya.
“Semoga kedepan dipercayakan oleh masyarakat untuk mewakili mereka yang memilih saya di parlemen nanti,” harapnya.
Tanpa tedeng aling-aling ia mengungkapkan hal paling mendasar yang membuat Dedy Botak merasa optimis akan dapat memenangkan pertarungan politik di tahun 2024 mendatang.
Yakni dimana jauh-jauh sebelumnya ia meminta restu kedua orang tuanya, pada moment ibu/bapaknya sedang menjalankan ibadah umroh di tanah suci Makkah. Dengan mendapat restu dari ibu/bapaknya, ia menjadi begitu bersemangat bergerilia demi memenangkan kompetisi ini.
“Tapi soal kalah menang itu hal biasa dalam prjuangan. Jadi mental petarung itu harus pertama yang dimiliki oleh seorang caleg. Tetapi dengan restu kedua orang tua serta ikhtiar maksimal, InsyaAllah kita haqqul yaqin lolos ke kebun raja,” yakinnya.
Di lain sisi, dirinya juga ingin memperjuangkn profesinya di parlemen. Sebab menurut dia, profesi kesehatan ini terkadang bingung ingin menyampaikan aspirasinya kemana.
Harapan itu tentu sangat diketahui dan difahami oleh para honorer sebagaimana ia yang menjadi tenaga honorer selama 9 tahun di instansi ksehatan. Mereka tentu memiliki harapan yang sama dengan rekan-rekan nakes lainnya.
“Sehingga saya berfikir, kalau tidak ada yang mau keluar dari zona nyaman, tentu tenaga nakes tetap tidak bisa menyampaikan aspirasinya secara langsung,” ujarnya.
Dirinya pun merasa optimis bahwa partai tempat ia bernaung yaitu PKB akan mendapatkan kursi di Dapil 3, yang dimana pada periode sebelumnya di tahun 2019-2024 tidak mendapatkan kursi DPRD di dapil 3 yang terdiri dari kecamatan Sikur, Terara, dan Montong Gading.
Meski terbilang sebagai pendatang baru di PKB, namun dirinya siap berjuang untuk memenangkan pertarungan itu, dan sekaligus siap ikut serta memenangkan pasangan AMIN menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI pada Pemilu mendatang.
“Intinya kita sudah sangat siap untuk merebut kursi DPRD Lombok Timur dari Dapil 3. Sekaligus kita menangkan pasangan AMIN untuk memimpin Republik ini untuk 5 tahun kedepan,” pungkasnya.
Sebagai tambahan informasi, bapak satu anak ini terlahir dari pasangan Bpk H. Muchsan, S.IP dan Ibu Nikmah, pada tanggal 19 Pebruari 1987 di Sikur, Kecamatan Sikur, Lombok Timur. Adapun riwayat pendidikan, ia mengecap pendidikan dasar di SDN 1 Terara, melanjutkan ke SLTPN 1 Terara, dan melanjutkan ke SMAN 1 Terara. Dan yang terakhir ia melanjutkan ke perguruan tinggi, yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YARSI Mataram.
(Anas/PL)















