Lombok Timur, PorosLombok.com –
Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) adalah program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB yang masuk dalam salah satu 11 strategi SMK Gemilang Karya, yang dimana bertujuan mentransformasi Sekolah Kejuruan menjadi lembaga Pendidikan berbasis industrialisasi.
Untuk mewujudkan hal tersebut, berbagai upaya telah dilakukan oleh Dikbud NTB Melalui Bidang SMK, dengan terus mendorong SMK untuk lebih progresif dan inovatif. Tak hanya itu, berbagai bantuan terus diberikan secara masif seperti ruang Praktik siswa (RPS), yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Pusat, bahkan tak main-main, bangunan dan alatnya pun berstandar industri.
Dengan dibangunnya ruang praktik siswa dengan standar Industri, tentu akan mempermudah kegiatan belajar mengajar, sehingga menjadikan para siswa wirausaha muda yang berkompeten di bidangnya.
Manfaat bantuan DAK selama ini, sangat banyak dirasakan oleh sekolah-sekolah SMK di NTB, salah satunya SMKN 1 Kotaraja, Kecamatan Sikur, Lombok Timur yang beberapa tahun lalu mendapatkan bantuan DAK Fisik berupa RPS yang representatif, sehingga tentunya, akan semakin mempermudah para siswa dalam kegiatan belajar mengajar, walaupun sekolah ini belum ditetapkan menjadi BLUD.
SMKN 1 Kotaraja merupakan sekolah kejuruan yang fokus di bidang pertanian dengan standar industrialisasi dengan berbagai macam produk-produk unggulan.
Kepala Sekolah SMKN 1 Kotaraja Nurhayadi, S.Pd mengatakan, bahwa bantuan DAK Fisik Dikbud NTB memenuhi standar industrialisasi baik bangunan dan alat-alat praktik yang diberikan, sehingga akan membuka peluang usaha bagi para siswa. apalagi saat ini sekolah yang dipimpinnya tengah mempersiapkan persyaratan untuk menjadi BLUD.
“Saat ini kita sedang berupaya memenuhi persyaratan menjadi BLUD, walaupun memang cukup sulit tapi insyallah di tahun yang akan datang pasti bisa terwujud,” ucapnya, Rabu (07/12).
Persiapan BLUD Bidang Kurikulum SMKN 1 Kotaraja
Senada dengan Nurhayadi, bidang Kurikulum SMKN 1 Kotaraja Makmun Affandi S.Pd menjelaskan, saat ini dirinya bersama tim sedang berupaya semaksimal mungkin memenuhi persyaratan untuk pengajuan sebagai BLUD, salah satunya dengan melakukan langkah-langkah strategis serta mendorong para siswa dan guru untuk lebih progresif dan inovatif pada bidangnya masing-masing.
“Tinggal kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), yang akan kita siapkan kalau hal-hal yang lain insyaallah sudah siap,”jelasnya.
Diakuinya, Manfaat Bantuan DAK Fisik bagi SMKN 1 Kotaraja sangat luar biasa dalam upaya memenuhi persyaratan menjadi BLUD, karena salah satu yang harus terpenuhi antara lain jumlah siswa minimal 700 orang, sehingga dengan adanya ruang praktik ini tentu akan menarik minat masyarakat untuk memasukkan putra-putrinya untuk sekolah disini.
Dengan adanya bantuan Dak Fisik ini juga, Lanjut Affandi, akan semakin memaksimalkan Teaching Factory (Tefa) yang dimana Menyempurnakan dan menyelaraskan kurikulum dengan industri agar lulusan SMK kompetensinya sesuai kebutuhan industri (link & match). Sehingga saat ini SMKN 1 Kotaraja akan segera mengaktifkan Quick Produksi (business Center) yang akan menjadi cikal bakal berdirinya BLUD ke depannya.
“Intinya sekarang tergantung bagaimana kita memulai saja, insyaallah dengan semangat kebersamaan, kemudian kekompakan dan kerjasama serta tetap memperkuat kolaborasi dengan semua pihak semua itu akan terwujud,” akunya.
untuk targetnya sendiri, 2024 atau paling lambat 2025 SMKN 1 Kotaraja, bisa menjadi BLUD, karena kuota untuk hal tersebut tergantung dari Dinas, Maka dari itu, kata dia, di 2023-2024 menjadi upaya penyempurnaan rintisan dari unit Produksi dengan target dipertengahan 2024 sudah berjalan.
“Mudah-mudahan di pertengahan 2024 kita sudah bisa usulkan SMKN 1 Kotaraja menjadi BLUD, karena saat ini kalau kita presentasikan pesiapan kita sudah di atas 50 %,” bebernya.
Maka dari itu Afandi berterima kasih kepada Dikbud NTB atas bantuan DAK Fisik berupa RPS karena bagaimanapun ini sangat bermanfaat untuk SMKN 1 Kotaraja Kedepannya.
(Arul/PorosLombok)
















