Diduga Proyek Septik Tank Dimainkan oleh Dua Desa di Lotim

Lombok Timur, PorosLombok.com – Dua desa di Kecamatan Sambelia yakni desa Sajang dan Obel-Obel terindikasi memenangkan perusahan yang tidak memenuhi standar yang sudah di tentukan oleh pemerintah dalam tender pengadaan septik tank.

Pemerhati lingkungan asal Lombok Timur, Erwin Hidayat mengatakan, dari pembuatan saptik tank jika tidak dikerjakan sesuai prosedur bisa berdampak buruk bagi penerima manfaat.

“Kita khawatir penerima manfaat menjadi korban, seharusnya dia menerima barang yang layak sesuai standar spesifikasi. Tapi karena tidak, barang yang diterima tidak sesuai spesifikasi, akhirnya meledak saat digunakan seperti beberapa daerah lain,” ucap Erwin, Sabtu (03/08).

Dikatakannya, program tersebut merupakan pemberian bantuan dari pemerintah pusat direktorat jenderal bidang cipta karya pada Kementrian PUPR.

Tenntunya dengan bantuan tersebut diharapkan barang septij tank yang diterima oleh masyarakat kualitasnya sesuai standar spesifikasinya.

Oleh karena itu, Ia ingatkan kepada Pemdes untuk tidak sembarangan menangkan perusahan yang tidak mampu menyiapkan barang sesuai dengan standar yang ditentukan.

Erwin juga menduga, panitia pengadaan di tingkat desa juga terburu-buru melaksnakan penetapan pemenangan.

Seyogyanya panitia pengadaan sebelumnya harus melaksnakan validasi, verifikasi hingga pembuktian kualifikasi terhadap calon pemenang.

“Apakah dokumen penawaran yang di sampaikan otentik atau hanya copy an yang di “atur” oleh org tertentu saja, itu harusnya ditelaah lebih mendalam,” duganya.

Lebih jauh Erwin mencontohkan, peristiwa di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, tiba-tiba septik tank meledak, tentu ini bisa menjadi referensi untuk lebih berhati-hati dalam menentukan siapa pemenang tendernya.

“Jangan hanya karena seorang oknum mau dapat untung, tapi masyarakat penerima manfaat jadi korban,” tegasnya.

Ia juga mengharap bantuan yang di berikan pemerintah pusat melalui pengadaan oleh pihak ke tiga, untuk diawasi oleh aparat penegak hukum (APH).

“Kita minta APH untuk mengawasi proses penyerahan bantuan itu, agar masyarakat menerima bantuan sesuai standar,” tandasnya.**

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU