(Lombok Timur, PorosLombok.com) – Sebuah kebetulan menarik perhatian di panggung politik Lombok Timur. Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, H. Rumaksi dan H. Achmad Sukisman Azmy, yang akrab disapa “RAMAH”, secara mengejutkan memperoleh nomor urut 1 dalam pengundian nomor peserta Pilkada Lombok Timur.
Nomor ini identik dengan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah dan Dr. H. Musyafirin (Rohmi-Firin), yang juga mendapatkan nomor urut 1 dalam Pilgub NTB.
Acara pengundian nomor urut yang berlangsung di Kantor KPU Lombok Timur pada Senin malam (23/09) ini menimbulkan spekulasi di kalangan masyarakat. Mereka bertanya-tanya, apakah ini sekadar kebetulan atau pertanda kemenangan?
Pada Pilkada NTB 2018, Siti Rohmi bersama Dr. Zulkieflimansyah sukses meraih kemenangan dengan nomor urut 3. Demikian pula pasangan Sukiman-Rumaksi di Pilkada Lombok Timur.
Fenomena ini memunculkan diskusi: Apakah nomor urut 1 akan membawa keberuntungan bagi RAMAH dan Rohmi-Firin? Apakah ini strategi jitu untuk mengulang kesuksesan masa lalu, atau sekadar kebetulan yang tidak berarti?
Selain RAMAH, kontestasi Pilkada Lombok Timur juga diikuti oleh pasangan lainnya. Hairul Warisin dan Edwin Hadiwijaya mengantongi nomor urut 2, Tanwir-Daeng Paelori dengan nomor urut 3, Luthfi-Wahid di nomor urut 4, dan Sjp-TGf mendapat nomor urut 5. Mereka semua bersiap dengan strategi masing-masing untuk meraih simpati pemilih.
Nomor urut memang sering kali menjadi bagian dari strategi kampanye. Namun, dalam banyak kasus, kesuksesan lebih ditentukan oleh program kerja dan kesesuaian visi-misi dengan kebutuhan masyarakat.
Di tengah ketatnya persaingan politik, pasangan RAMAH dan Rohmi-Firin tentunya harus bekerja ekstra keras meyakinkan pemilih. Nomor urut sama mungkin menjadi daya tarik, tetapi itu bukan satu-satunya faktor penentu.
Masyarakat Lombok Timur kini menantikan bagaimana pasangan-pasangan ini akan memanfaatkan nomor urut mereka. Apakah hanya sekadar angka, ataukah mereka mampu mengubahnya menjadi simbol kemenangan dan harapan baru?
Satu hal yang pasti: masyarakat Lombok Timur akan menyaksikan pertarungan sengit di kotak suara. Apakah nomor urut mampu menjadi penentu dalam politik, atau justru visi dan misi yang lebih berbicara? Hanya waktu dan suara rakyat yang akan membuktikannya.
(Arul/PorosLombok)















