(Mataram, PorosLombok.com) – Jelang Pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) 2024, sejumlah isu miring mulai menerpa Dr. Lalu Muhammad Iqbal, calon gubernur yang juga mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki. Salah satu isu menyebutkan bahwa Iqbal tidak berperan saat gempa Lombok 2018. Namun, klaim tersebut dibantah oleh Muhammad Maki, sahabat sekaligus saksi mata kejadian.
Muhammad Maki, yang berasal dari Desa Penujak, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, menyatakan kekecewaannya terhadap isu yang dianggapnya tidak berdasar. Ia menilai, penyebaran isu tersebut dapat mencemarkan nama baik Dr. Iqbal yang menurutnya memiliki kontribusi besar saat bencana tersebut melanda. “Saya sangat menyayangkan adanya isu yang tidak punya dasar ini,” ujarnya, Kamis (23/09).
Maki yang terlibat aktif dalam kegiatan sosial saat gempa, mengungkapkan bahwa dirinya sempat berkomunikasi langsung dengan Dr. Iqbal. Pada saat itu, Iqbal diketahui sudah berada di Gili bersama tim yang dibawa dari Jakarta untuk memberikan bantuan. “Beliau langsung turun ke lapangan dan memberikan dukungan moril kepada kami yang sedang menyalurkan bantuan,” kata Maki.
Pada saat bencana, Maki bersama Karang Taruna Desa Penujak tengah mempersiapkan bantuan kemanusiaan untuk dikirim ke Kabupaten Lombok Utara (KLU). Di tengah situasi tersebut, Dr. Iqbal memberikan peringatan mengenai kondisi jalan yang rusak akibat gempa, sehingga memastikan keselamatan para relawan.
Kepedulian dan kecepatan tanggap Dr. Iqbal, menurut Maki, menjadi salah satu bukti nyata atas perannya di masa krisis tersebut. “Beliau sigap datang ke Lombok dari Jakarta segera setelah gempa terjadi,” tambah Maki, menekankan bahwa tuduhan yang menyatakan Iqbal tidak berperan adalah tidak benar.
Isu yang beredar jelang Pilkada NTB 2024 ini dianggap Maki sebagai bagian dari upaya politik yang tidak sehat. Ia berharap agar masyarakat dapat lebih bijak dalam menyaring informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh berita yang belum terverifikasi. “Sebaiknya kita berpolitik secara santun,” tuturnya.
Muhammad Maki juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah situasi politik yang memanas. Ia menekankan bahwa penyebaran isu tidak berdasar hanya akan merugikan masyarakat yang sedang berusaha bangkit dari bencana.
Dengan semakin dekatnya pelaksanaan Pilkada NTB 2024, isu-isu semacam ini diharapkan tidak mengganggu proses demokrasi yang sehat. Masyarakat diharapkan tetap kritis dan mengedepankan kebenaran dalam setiap informasi yang diterima.
(Arul/PorosLombok)















