Politik Jahat Mengganggu Ummi Rohmi, dari Memborong Partai Hingga Caplok TGB

Opini ini ditulis oleh Eko Rahadi, SH.

PorosLombok.com – Perjalanan politik Ummi Rohmi menuju Pilkada NTB 2024 diwarnai berbagai tantangan dan manuver dari lawan politik. Dua pasangan calon lain, Zul dan Iqbal, tampak berusaha keras untuk menjegal langkah Ummi Rohmi dengan berbagai cara yang tidak elok. Di media sosial, jejak-jejak upaya ini dapat terlihat jelas, menunjukkan betapa sengitnya persaingan yang terjadi.

Iqbal, salah satu pesaing, melakukan strategi memborong dukungan partai politik agar Ummi Rohmi gagal maju sebagai calon gubernur NTB. Tindakan ini merupakan salah satu upaya untuk menghambat langkah Ummi Rohmi dan mengurangi pilihan partai bagi kandidat lain. Namun, strategi ini tidak sepenuhnya berhasil menghalangi jalannya Ummi Rohmi.

Di sisi lain, Zul, dengan cara yang lebih menggelitik, mencoba menarik TGB ke dalam pusaran politik. Upaya ini meski terlihat menggelikan, namun menunjukkan keseriusan lawan dalam menggunakan segala cara untuk meraih kemenangan. Upaya ini mencerminkan dinamika politik yang sarat dengan intrik dan manuver.

Meskipun menghadapi berbagai rintangan, Ummi Rohmi berhasil lolos dari tekanan di ronde pertama. Dengan dukungan resmi dari tiga partai besar, yakni Partai Perindo, PDI-P, dan PKB, serta tambahan dukungan dari Partai Ummat, ia melenggang ke gelanggang politik Pilkada. Keberhasilan ini menunjukkan keteguhan dan daya tarik politik Ummi Rohmi yang kuat.

Pasangan politik Ummi Rohmi, Musyafirin, yang merupakan Bupati Sumbawa Barat dua periode, juga menambah kekuatan timnya. Kolaborasi ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan bagi NTB, dengan fokus pada pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Menariknya, meskipun menghadapi serangan politik yang tidak elok, Ummi Rohmi memilih untuk tidak membalas dengan cara serupa. Ia tidak terlibat dalam pertarungan retorika negatif di media sosial, melainkan tetap fokus pada kampanye positif yang konstruktif. Strategi ini menunjukkan kedewasaan politik dan komitmennya terhadap etika politik yang bersih.

Ummi Rohmi lebih memilih untuk berkunjung dari desa ke desa, memperkenalkan visi dan misinya, serta mendengarkan keluhan masyarakat. Pendekatan ini tidak hanya membangun kedekatan dengan pemilih, tetapi juga menunjukkan keseriusannya dalam memahami dan mengatasi masalah rakyat. Ini merupakan bentuk nyata dari semangat fastabiqul khoirot yang diusungnya.

Pendekatan tersebut mencerminkan bagaimana Ummi Rohmi menghidupkan kembali semangat perjuangan kakeknya, Pahlawan Nasional Almagfurullah Maulanasyeikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Semangat ini menjadi inspirasi bagi Ummi Rohmi dalam setiap langkah politiknya, menggabungkan perjuangan agama dan bangsa dalam satu tarikan napas.

Dukungan masyarakat terus mengalir untuk Ummi Rohmi dan pasangannya, Musyafirin. Setiap kunjungan ke pelosok-pelosok daerah disambut dengan antusiasme, menunjukkan bahwa visi mereka resonan dengan harapan masyarakat NTB. Strategi pembangunan dari desa juga mendapat apresiasi luas, karena dianggap mampu menjawab kebutuhan dasar warga.

Dalam visi mereka, Ummi Rohmi dan Musyafirin menekankan pentingnya memenuhi kebutuhan dasar seperti pendidikan dan akses kesehatan. Mereka berkomitmen untuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah dan semua warga mendapatkan layanan kesehatan yang memadai. Namun, mereka juga tidak mengabaikan isu-isu besar lainnya yang berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat.

Meskipun demikian, tantangan politik tetap ada dan tidak mudah dihadapi. Zul terus berusaha meningkatkan elektabilitas dengan mengandalkan figur TGB, yang akhirnya menimbulkan polemik. Strategi ini menunjukkan betapa Zul dan timnya berusaha keras mencari celah untuk meningkatkan daya tarik politik mereka.

Kontroversi semakin memanas setelah beredarnya video wawancara TGB selama 18 menit. Meski video tersebut tidak mengungkapkan hal baru, namun dimanfaatkan secara politis oleh lawan yang panik akan elektabilitas mereka. Hal ini menunjukkan bagaimana politik sering kali memperbesar isu tanpa memperhatikan substansi pernyataan yang sebenarnya.

Bagi pasangan calon yang panik akan elektabilitas, setiap pernyataan TGB dianggap sebagai peluang untuk dipolitisir. Mereka tampaknya tidak peduli bahwa upaya ini justru dapat mengganggu hubungan baik di kalangan Zuriyat. Ini menunjukkan betapa seringnya politik mengorbankan hubungan pribadi demi keuntungan politik sesaat.

Di tengah tekanan ini, Ummi Rohmi tampil sebagai satu-satunya perempuan yang menghadapi tekanan dari dua pasangan calon lainnya. Meskipun demikian, ia tidak menunjukkan tanda-tanda melemah. Sebaliknya, Ummi Rohmi terus membangun kekuatan dari bawah, mengelola pasukan yang solid dan terorganisir.

Dengan keteguhan hati dan strategi yang terfokus, Ummi Rohmi menunjukkan bahwa tantangan politik tidak akan menghentikannya untuk terus berjuang demi masyarakat NTB. Sikap dan keteguhan ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, menunjukkan bahwa politik yang bersih dan beretika masih memiliki tempat di tengah hiruk-pikuk persaingan yang kotor **

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU