Mobil Ambulans Desa Rensing Raya Sering Nongkrong di Kafe, Warga Geruduk Kantor Kades

Lombok Timur, PorosLombok.com –Ratusan warga Desa Rensing Raya, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur, menggelar aksi unjuk rasa di kantor desa pada Senin malam (17/02).
Mereka mendatangi kantor kepala desa untuk mempertanyakan keberadaan mobil angkutan sampah yang diduga digadai dan mobil ambulans desa yang sering ditemukan nongkrong di kafe.

“Selain mobil sampah yang katanya digadai, kami heran kenapa mobil ambulans Desa Rensing Raya malah mangkal di kafe, bukan di kantor desa seperti seharusnya,” ujar sejumlah warga yang hadir di kantor desa.

Pernyataan tersebut sontak disambut dengan candaan warga lainnya. “Pak Kades sedang mabok!” celetuk mereka, merujuk pada dugaan bahwa kepala desa menggunakan mobil ambulans untuk kepentingan pribadi.

Ketua Forum Pemuda Desa Rensing Raya, Muhammad Karran Briliando, mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap kepala desa yang dinilai tidak memberi contoh baik bagi warganya.

“Kalau warga ingin memfoto Pak Kades di kafe, kami tidak masalah. Tapi kenapa Pak Kades malah seperti itu kepada masyarakatnya sendiri?” ucap Briliando dengan nada kesal.

Tidak hanya itu, salah satu warga kemudian mengungkapkan bahwa beberapa hari sebelumnya ia melihat mobil ambulans tersebut terparkir di kawasan Suwangi, tepat di depan penjual tuak.

“Mobil ambulans yang seharusnya standby di kantor desa, kok malah ditemukan di Suwangi? Ada apa ini?” tanya warga tersebut dengan heran.

Mendengar tuduhan tersebut, Kepala Desa Rensing Raya, Munawir Haris, segera memberikan klarifikasi. Ia membantah tuduhan bahwa mobil angkutan sampah digadai dan menjelaskan bahwa mobil tersebut dipinjam oleh temannya.

“Saya tidak pernah menggadaikan mobil sampah. Itu hanya dipinjam oleh teman saya. Ada masalah teknis dan miskomunikasi, makanya tidak beroperasi beberapa bulan terakhir,” tegas Munawir.

Terkait dengan mobil ambulans yang sering ditemukan di luar wilayah desa, Munawir mengaku bahwa dirinya sedang menyelesaikan urusan pribadi di luar kantor desa.

“Sebagai kepala desa, saya tidak bisa selalu ada di kantor. Kadang saya harus keluar untuk urusan lain yang harus diselesaikan,” jawab Munawir dengan santai.

Hingga berita ini diterbitkan, perdebatan seputar keberadaan mobil ambulans dan angkutan sampah tersebut masih terus menjadi bahan perbincangan di kalangan warga Desa Rensing Raya.

Redaksi | PorosLombok

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU