GLF Salurkan Bantuan untuk Adik Danu, Penderita Gizi Buruk di Lotim

Lombok Timur, PorosLombok.com – Gawah Lauk Fondation (GLF) menyalurkan bantuan untuk Adik Danu, bocah asal Lombok Timur yang mengidap gizi buruk. Bantuan ini diberikan melalui kerja sama dengan Centra Paramita serta koordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur.

Ketua GLF, Ayunan, mengatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang mengalami masalah gizi dan kesehatan, terutama dari keluarga tidak mampu.

“Kami melihat bagaimana perjuangan ibunya dalam merawat Adik Danu. Meski dalam keterbatasan, beliau tetap semangat memberikan yang terbaik untuk anaknya,” kata Ayunan, Kamis (20/3).

Menurutnya, kasus gizi buruk masih menjadi persoalan serius di beberapa daerah. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah dan berbagai elemen masyarakat bisa lebih aktif membantu keluarga yang membutuhkan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri, harus ada sinergi agar anak-anak seperti Adik Danu mendapatkan perhatian lebih baik,” ujarnya.

Ibu Adik Danu tak bisa menyembunyikan haru atas bantuan yang diberikan. Ia mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan anaknya lantaran kondisi ekonomi yang serba terbatas.

“Saya ingin anak saya sehat dan bisa tumbuh seperti anak-anak lain,” ucapnya lirih.

Selain memberikan bantuan, GLF juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Lotim untuk mencari solusi jangka panjang. Program pendampingan kesehatan serta pemenuhan gizi menjadi fokus utama agar anak-anak dengan kondisi serupa bisa mendapatkan perhatian lebih baik.

Ayunan berharap pemerintah lebih serius memperhatikan masyarakat miskin yang benar-benar membutuhkan. Menurutnya, intervensi dari pemerintah sangat penting agar kasus serupa tidak terus berulang.

Momentum bulan suci Ramadhan ini juga menjadi pengingat bahwa ibadah bukan sekadar menahan lapar dan dahaga.

“Ini waktu yang tepat untuk meningkatkan kepedulian sosial. Berbagi dengan sesama, baik melalui bantuan materiil atau sekadar perhatian, bisa membawa kebahagiaan bagi banyak orang,” ujar Ayunan.

Menurutnya, berbagi bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi juga mempererat hubungan sosial serta memberikan ketenangan batin.

“Kami berharap semakin banyak orang yang tergerak untuk membantu sesama, karena kepedulian adalah kunci membangun masyarakat yang lebih baik,” pungkasnya. (*/poroslombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU