Lombok Timur, PorosLombok.com – Persoalan pupuk kembali menjadi sorotan. Dalam peringatan Nuzulul Qur’an yang digelar Pemerintah Kabupaten Lombok Timur di Masjid Al-Ikhlas Pasar Baru, Kecamatan Suralaga, Jumat (21/3), sejumlah warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk.
Selain itu, mereka juga menyoroti minimnya pendampingan dari penyuluh pertanian yang seharusnya membantu petani dalam meningkatkan produktivitas.
Keluhan itu disampaikan langsung kepada Wakil Bupati Lombok Timur, H. Edwin Hadiwijaya, yang hadir dalam acara tersebut. Menanggapi hal itu, Wabup menegaskan komitmen Pemda untuk membenahi masalah tersebut.
“Kami menyadari bahwa ketersediaan pupuk sangat penting bagi petani. Pemda akan memastikan distribusi pupuk lebih lancar dan pendampingan pertanian lebih optimal,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Wabup juga mengungkapkan bahwa Pemda terus berupaya menjaga stabilitas harga pangan di tengah bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri. Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah mengalokasikan bantuan sembako senilai Rp 40 miliar untuk masyarakat terdampak inflasi.
Selain itu, ia juga menyampaikan perkembangan terbaru terkait program Makanan Bergizi Gratis (MBG) serta percepatan penetapan SK CPNS dan PPPK tahun 2024.
Menurutnya, CPNS yang telah lulus akan menerima SK paling lambat Juni, sementara PPPK selambat-lambatnya Oktober.
Acara kemudian ditutup dengan santunan bagi anak yatim piatu yang diserahkan langsung oleh Wakil Bupati bersama jamaah masjid. (*/porosLombok)















