SIW Bongkar Dugaan Permainan dalam Rekrutmen SPPI, Peserta Diminta “Move On” Lewat WhatsApp

PorosLombok.com – Proses rekrutmen Program SPPI (Sekolah Penggerak Peningkatan Intervensi Gizi) menuai sorotan tajam dari Sasak Integrity Watch (SIW). Organisasi pemantau integritas itu mencium aroma tak sedap di balik seleksi calon peserta program strategis yang diinisiasi pemerintah tersebut.

Koordinator Nasional SIW, Syamsuddin, menilai rekrutmen SPPI yang sejatinya bertujuan mencetak SDM unggul di bidang gizi justru ternodai oleh kejanggalan dan dugaan permainan kotor.

“Kami menerima laporan dari salah satu peserta berinisial E yang awalnya dinyatakan lulus melalui email dan website resmi panitia pusat. Namun, tiba-tiba statusnya berubah tanpa alasan yang jelas,” beber Syamsuddin, Rabu (9/4).

Yang lebih mencengangkan, lanjut pria yang akrab disapa Bung Syam itu, peserta malah mendapat pesan WhatsApp dari seorang KSD bernama K. Rois yang menyuruhnya “lupakan SPPI dan move on”.

Tak berhenti di situ, SIW mengungkap adanya email susulan yang dikirim bukan dari domain resmi, melainkan menggunakan alamat pribadi. Dalam email tersebut, pengumuman sebelumnya dibatalkan secara sepihak.

“Peserta yang awalnya lulus, kemudian dinyatakan tidak lulus hanya karena tidak tergabung dalam grup WhatsApp yang dibentuk belakangan. Ini lucu sekaligus mencurigakan,” tegas Bung Syam.

SIW juga menyoroti fakta lain yang tak kalah mengejutkan. Ada peserta yang seharusnya tak lolos karena kendala kesehatan seperti buta warna dan rabun jauh, tapi justru dinyatakan lulus—lagi-lagi lewat email pribadi dari KSD Rois.

 

“Kalau begini caranya, dari awal prosesnya sudah cacat. Bagaimana mungkin hasilnya akan melahirkan SDM unggul? Kami minta ada evaluasi total dan investigasi menyeluruh,” tandasnya.

SIW pun mendorong kementerian terkait dan lembaga pengawasan untuk segera turun tangan. Mereka mendesak agar proses rekrutmen yang diduga sarat penyimpangan ini dibatalkan demi menjaga kredibilitas program dan kepercayaan publik. (*/porosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU