Lombok Timur, PorosLombok.com – Jalur Pesugulan – Pusuk Sembalun, yang menghubungkan destinasi wisata Sembalun dan Gunung Rinjani, kembali terancam. Puluhan pohon tumbang pada Maret 2025 lalu meningkatkan potensi bencana yang bisa mengancam keselamatan pengendara.
Jalur ini yang padat dengan wisatawan dan warga setempat, rawan menambah risiko kecelakaan jika tidak segera ditangani.
Merespons ancaman tersebut, Pemda Lombok Timur tidak tinggal diam. Segera setelah kejadian, langkah cepat diambil dengan melakukan pemangkasan pohon sepanjang jalur tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Lombok Timur, Lalu Mulyadi, menegaskan bahwa pemangkasan pohon ini adalah langkah penting untuk mengurangi potensi bencana.
“Kami tidak ingin tragedi pohon tumbang menambah daftar panjang korban jiwa. Pemangkasan ini langkah krusial untuk memastikan keselamatan pengendara,” ujar Lalu Mulyadi, Kamis (17/04).
Pemangkasan pohon dilakukan dengan melibatkan berbagai instansi terkait, seperti Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), KPH Rinjani, BPJN, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Damkar, serta TNI dan Polri.
Lalu Mulyadi berharap, pemangkasan ini dapat meningkatkan keamanan jalur Sembalun.“Dengan kolaborasi ini, kami berharap jalur Sembalun bisa lebih aman, yang pada gilirannya akan mendukung peningkatan kunjungan wisatawan dan perekonomian daerah,” tambahnya.
Setiap pohon yang dipilih untuk dipangkas telah melalui verifikasi ketat dari tim ahli, termasuk Dinas Lingkungan Hidup, TNGR, dan KPH. Kayu hasil pemangkasan pun tidak langsung dibuang, melainkan diletakkan kembali di area sekitar sesuai prosedur demi menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami ingin memastikan jalur Pusuk-Sembalun lebih aman, nyaman, dan mendukung sektor pariwisata yang semakin berkembang di Lombok Timur,” tutup Lalu Mulyadi.
(*/porosLombok)















