Kunjungi Pabrik Porang, H.Iron : Tak Ada lagi Janji-Janji, Siap Tampung 58 Ton Sehari

Lombok Timur, PorosLombok.com– Bupati Lombok Timur, H. Hairul Warisin, melakukan kunjungan ke pabrik porang yang sedang dalam proses pembangunan di Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya, Minggu (20/4).

Bupati yang akrab disapa H. Iron itu menyampaikan bahwa kehadiran pabrik ini akan menjadi tonggak penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah utara dan lereng gunung yang selama ini menjadi sentra tanaman porang.

“Kalau pabrik ini sudah jadi dan bahan baku dari seluruh NTB terpenuhi, kita butuh 58 ton per hari,” ujar H. Iron.

Ia menyebut bahwa selama ini masyarakat hanya diberi janji-janji, namun dengan hadirnya pabrik ini, petani porang kini benar-benar punya harapan baru. Menurutnya, semua elemen produksi sudah tersedia—mulai dari investor, pabrik, hingga modal.

“Pengusahanya ada, pabriknya ada, modalnya mereka ada. Tinggal bagaimana barang ini bisa masuk,” katanya.

H. Iron menegaskan bahwa pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh terhadap operasional pabrik tersebut. Dia meminta pengelola pabrik agar segera melaporkan jika ada kekurangan atau kendala di lapangan.

“Seperti yang saya sampaikan, apa yang jadi kekurangan, sampaikan ke kita. Ini demi percepatan dan kesuksesan program-program rakyat,” ujarnya.

Bupati juga menyoroti keseriusan investor yang telah menggelontorkan dana lebih dari Rp6 miliar untuk membawa berbagai peralatan ke lokasi.

“Kita tidak perlu cari bukti keseriusan mereka. Barang-barangnya sudah ada di tempat,” ucapnya.

Para teknisi dan tenaga kerja juga telah mulai bekerja untuk merakit mesin dan fasilitas pabrik. Bahkan, ia mengaku sudah diberi janji bahwa dalam dua minggu ke depan, semua akan rampung.

“Dengan waktu yang sangat singkat, dua minggu saja mereka janji ke saya untuk clear semuanya,” ungkapnya.

H. Iron menutup kunjungannya dengan menyampaikan rencana konkret. Ia akan segera menghubungi Bupati dari berbagai daerah NTB untuk mendorong mayarakatnya pengumpulan bahan baku dari wilayah penghasil porang.

“Kami siap menerima porang berapa pun banyaknya, dengan harga yang cukup menggairahkan bagi para petani,” tandasnya.

(arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

9 KOMENTAR

TERBARU